Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.
Judul: The Day Of The Jackal
Penulis: Frederick Forsyth
Penerjemah: Nengah Krisnarini
Penyunting: Moh. Sidik Nugraha
Tebal: 612 halaman
Cetakan: I, Juni 2011
Sinopsis:
Seorang pria Inggris yang hanya dikenal dengan nama sandi: Jakal, disewa oleh organisasi pemberontak Prancis untuk membunuh Presiden Charles de Gaulle. Sebelumnya, upaya-upaya pembunuhan terhadap sang presiden selalu gagal. Informasi dan perencanaannya bocor ke tangan pemerintah lewat agen-agen yang disusupkan ke dalam organisasi rahasia tersebut.
Namun, kali ini serangan sang Jakal akan benar-benar rahasia dan mematikan!
Tidak ada satu pun arsip dan data yang dimiliki oleh pihak keamanan Prancis dan bahkan dinas rahasia di seluruh dunia terhadap pembunuh bayaran profesional top dunia ini. Tidak diketahui kapan, di mana, dan bagaimana sang Jakal akan beraksi. Perburuan pun dilakukan. Semua sumber daya keamanan dan informasi dikerahkan hanya untuk memburu satu orang yang tak bernama dan tak jelas pula ciri-ciri fisiknya. Namun yang pasti, nyawa sang presiden menjadi taruhannya dan Komisaris Claude Lebel, detektif terbaik Prancis, harus berpacu dengan waktu untuk meringkusnya.
Novel thriller terbaik di kelasnya ini telah mengilhami banyak peristiwa serupa di berbagai belahan dunia. Diceritakan dengan mendetail, seru, dan menegangkan, membuat Anda enggan meletakkannya sebelum membacanya sampai halaman terakhir.
Judul: Desiree
Penulis: Annemarie Selinko
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penyunting: Anton Kurnia
Tebal: 688 halaman
Cetakan: I, Juni 2011
Sinopsis:
Dunia mengenang Napoleon Bonaparte (1729-1821) sebagai panglima perang cemerlang, genius militer yang melejit dari seorang perwira muda Prancis menjadi kaisar paling berkuasa di Eropa, dan penakluk ulung yang telah mengubah sejarah dunia. Namun, di balik kegemilangannya ternyata tersembunyi sebuah kisah cinta yang getir …Siapakah wanita yang telah meninggalkan jejak muram di hati Napoleon? Rahasia apakah yang tersembunyi di balik kisah cinta salah satu lelaki paling berpengaruh di pentas sejarah dunia itu? Novel memikat ini mengungkap segenap gejolak penuh gairah dan intrik di lingkungan istana Napoleon sebagaimana dilihat dari sudut pandang seorang anak perempuan saudagar sutra dari Marseilles, seorang wanita yang pernah menjadi tunangan Napoleon dan akhirnya menjadi Ratu Swedia—Désirée Clary.
Inilah sebuah novel dahsyat tentang manis getirnya cinta, tragedi sejarah, dan curahan hati terdalam seorang wanita. Novel laris yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa ini kini hadir pertama kali untuk para pembaca di Indonesia.
“Kisah menakjubkan yang diceritakan dengan penuh gairah, tangkas, lancar, dan menggambarkan sifat-sifat kewanitaan yang memikat. Latar belakang Napoleon digambarkan dengan sangat hidup dan akurat.”—Evening Standard
Judul: The Moneyless Man
Penulis: Mark Boyle
Penerjemah: Rahmani Astuti
Penyunting: Moh. Sidik Nugraha
Tebal: 352 halaman
Cetakan: I, Mei 2011
Sinopsis:
Saat kita muak dengan berita tentang orang-orang serakah yang melakukan korupsi, Mark Boyle hadir sebagai penyegar. Dia memilih untuk bersenang-senang dengan hidup tanpa menggunakan uang. Dia berhenti bekerja sebagai manajer sebuah perusahaan makanan organik, lalu melakukan eksperimen gila ini selama setahun sejak November 2008.
Di mana dia tinggal? Apa yang dia makan? Apakah dia menjadi orang yang terkucil? Dalam buku luar biasa ini, Mark mengungkapkan bagaimana dia tidak hanya bertahan hidup, tapi juga melakukannya dengan gembira. Tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, dia membuat kertas dari jamur, merakit kompor ramah lingkungan, dan mendapatkan makanan dari toko tanpa harus membeli, mengemis, apalagi mencuri.
Dia juga menerangkan filosofi di balik kegiatannya ini. Lalu, apakah Mark mengajak kita membenci uang lewat buku ini? Sama sekali tidak. Dia hanya menawarkan cara lain untuk bersenang-senang.
Mark Boyle adalah aktivis pendiri Freeconomy, komunitas yang anggotanya dapat memberi dan menerima keterampilan, peralatan, dan tempat dengan cuma-cuma. Dia juga menulis secara rutin untuk blog Freeconomy, Guardian, dan majalah Ethical Consumer. Kegiatan yang dilakukannya telah membuat dia tampil di sejumlah media, seperti Sky News, BBC Radio Four, BBC Two, Daily Mirror, Daily Mail, Telegraph, dan The Times.
“Saya jadi lebih semangat berhemat. Tidak hanya uang, tapi juga energi dan air.”
—Rahmani Astuti, penerjemah dan ibu rumah tangga
“Petualangan Mark hidup tanpa uang telah memberinya banyak pelajaran dan menjadi inspirasi banyak orang.”
—CNN
“Mark menceritakannya dengan jenaka dan penuh semangat.”
—Patrick Whitefield, penulis The Earth Care Manual
Korupsi bukan istilah baru bagi kita. Di belahan dunia manapun tidak bebbas dari korupsi. Hanya tingkat nya tinggi, sedang, ringan, atau bebas korupsi. Buku ini seolah cerminan negara kita, sama-sama negara berkembang, sama sama bekas jajahan negara Eropa. Tapi ada yang berbeda. Mereka dipimpin oleh raja yang pintar. Sebelum kita mengenal tokoh-tokoh maupun cerita dalam buku ini, mari kita intip sekilas data-data tentang Maroko.
http://blogbukuhelvry.blogspot.com/2011/04/korupsi.html
Detail Buku
Judul : KORUPSI
Penulis: Tahar Ben Jelloun
Penerjemah: Okke K.S. Jaimar
Penyunting: Anton Kurnia
Penerbit : Serambi
Tebal: 233 halaman
Cetakan : I, November 2010
Harga : Rp. 25.000
Gita Cerita Utama adalah salah satu lini produk penerbit Serambi yang mempersembahkan buku-buku karya Penulis kelas dunia, seperti Dan Brown, Orhan Pamuk, Amin Maalouf, Tariq Ali, Toni Morisson, S.J. Rozan, dan masih banyak lagi.
Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.