The Old Man and The Sea

17 Jun 2009 Pada: Resensi Pembaca

The Old Man and The Sea (Lelaki Tua dan Laut) adalah karya legendaris pengarang Amerika terkemuka sepanjang zaman, Ernest Miller Hemingway (1899-1961). Pada 1953, novela ini mengantar Hemingway memperoleh Hadiah Pulizer dan Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters. Setahun kemudian, 1954, novela ini mendukung Hemingway meraih Hadiah Nobel Sastra.

oldman_lowKisah dalam The Old Man and The Sea berpusar pada Santiago, seorang nelayan tua Kuba yang melaut seorang diri demi menangkap ikan marlin raksasa. Sebelumnya, Santiago telah mencoba menangkap ikan selama 84 hari di perairan Arus Teluk dan tidak memperoleh seekor pun. Selama 40 hari pertama, ia ditemani seorang bocah bernama Manolin. Tapi, setelah selama itu tidak menghasilkan apa-apa, orangtua Manolin menarik anak mereka untuk menangkap ikan di perahu lain.

“Segala sesuatu yang ada padanya telah tampak sangat tua, kecuali matanya. Kedua matanya memiliki nuansa warna yang sama dengan warna lautan. Mata itu tampak bersinar riang serta tak tertaklukkan oleh apa pun.” (hlm. 8). Demikianlah Santiago dideskripsikan.

Mata adalah jendela jiwa, maka demikian pula jiwa Santiago. Ia memutuskan melaut lagi. Tidak peduli olok-olok sesama nelayan yang disasarkan padanya. Bukan baru kali ini puluhan hari melaut ia tidak mendapatkan apa-apa. Ia pernah melaut selama 87 hari dan tidak mendapat seekor ikan pun. Manolin yang sudah mengikutinya sejak usia 5 tahun, memang membawa keberuntungan baginya. Setelah 87 hari hampa, Manolin ikut dan mereka bisa menangkap seeekor ikan besar setiap hari selama 3 minggu. Hanya, kali ini, meski Manolin ingin ikut, Santiago menampiknya. Apalagi, ia akan pergi jauh ke tengah lautan.

Akankah Santiago berhasil mendapatkan ikan marlin raksasa pada pelayarannya yang ke-85 hari? Laut tidak sepi, bukan hanya ikan marlin yang mempertaruhkan hidup di sana. Santiago tidak hanya harus pantang menyerah membuktikan keberuntungannya kali ini, tapi mesti berhadapan dengan keganasan sejumlah hiu yang tergiur amis darah dan kerapuhan raganya sendiri. Hanya satu keyakinan yang ia pegang: Manusia bisa dihancurkan, tapi tak bisa ditaklukkan (hlm. 113).

The Old Man and The Sea dikenal sebagai masterpiece dari Hemingway. Novela ini berhasil menyita banyak perhatian khayalak dan menjunjung tinggi nama Hemingway di ranah sastra dunia. Karya fiksi terakhir yang diterbitkan sewaktu pengarangnya masih hidup ini, muncul pertama kali sebagai bagian dari majalah Life edisi 1 September 1952. Dalam waktu dua hari, 5, 3 juta eksemplar majalah ini habis terjual. Kesuksesan ini diikuti penerbitan sebagai buku pada September 1952.

Awalnya, Hemingway merencanakan sebuah trilogi besar yang disebutnya sebagai The Sea Book . Trilogi ini akan terdiri atas The Sea When Young, The Sea When Absent, dan The Sea in Being. Belakangan hanya ditulis satu judul, The Old Man and The Sea. Ide penulisan novela ini muncul tatkala Hemingway menetap beberapa waktu di Acciaroli, sebuah desa nelayan di Italia. Di sana Hemingway terpesona pada Antonio Masarone, seorang nelayan tua yang julukan namanya dalam bahasa Italia berarti “Lelaki Tua” (Mastracchio). Akan tetapi, ia menulis novela ini di Kuba, tempat ia berlayar dan memancing ikan dengan yacht-nya yang bernama Pilar. Karena dipekerjakan untuk merawat Pilar, Georgio Fuentes (1897-2002), seorang nelayan Kuba, juga disebut-sebut sebagai model untuk karakter Santiago. Siapapun modelnya, hal ini mengindikasikan bahwa Hemingway betul-betul menulis berdasarkan realita di sekelilingnya. Oleh karena itu, Santiago menjadi karakter yang realistis.

Sebagai novela, The Old Man and The Sea ditulis tanpa bab atau bagian. Kisah di dalamnya mengalir tanpa jeda. Dalam keringkasannya, Hemingway menggunakan gaya penulisan yang sederhana dan minimalis. Ketika pembaca telah mendapatkan ritme yang tepat, buku ini dapat tersadap sekali duduk.

Santiago, sang protagonis, adalah karakter stoic, yaitu sosok yang tetap memperlihatkan keanggunan kendati berada di bawah tekanan. Bermodalkan kesabaran, kekuatan hati, dan semangat yang tidak takluk pada situasi, Santiago berhasil mengatasi semua tantangan yang menghadang sendirian. Walau takdir menaruhnya dalam momen genting, ia mampu mengarahkan emosi. Dalam ketertutupannya, ia memang tidak membiarkan dirinya dilongsor emosi. Misalnya, ketika diolok-olok nelayan lain saat gagal dalam pelayaran 84 hari, ia tidak terdesak untuk marah. Mungkin inilah heroisme di mata Hemingway. Dalam kesendirian, seorang manusia mesti berhasil mengatasi penderitaan dan ketakutan yang menghampiri.

Perjuangan tak kenal menyerah Santiago untuk membawa pulang ikan marlin raksasa setidaknya akan mengajarkan pembaca bahwa kesabaran, kekuatan hati, dan semangat mengatasi cobaan hidup mampu menghasilkan kesuksesan. Kita hanya harus bisa mengendalikan emosi untuk mempermulus perjuangan kita. Perjuangan hidup juga membutuhkan persahabatan yang tulus. Manolin, yang masih belia mampu memberikannya kepada Santiago. Kendati Santiago mengalami kegagalan sebagai nelayan, Manolin tetap menyatakan di hadapannya bahwa dirinya adalah nelayan terhebat dari semua nelayan hebat.

Saking populernya, The Old Man and The Sea telah diadaptasi berkali-kali ke dalam film (bioskop dan televisi). Yang paling kondang adalah film produksi tahun 1958 dengan bintang utama Spencer Tracy sebagai Santiago dan Felipe Pazos sebagai Manolin. Versi terkenal lainnya adalah film TV produksi 1990 yang dibintangi Anthony Quinn sebagai Santiago. Pada tahun 1999, dirilis versi film animasi karya sutradara Alexandr Petrov. Film animasi yang diciptakan dari 29 ribu gambar yang dilukis tangan ini dirilis bertepatan dengan peringatan 1 abad kelahiran Ernest Hemingway.

Salut kepada Penerbit Serambi yang mau menerbitkan karya-karya klasik dunia ke hadapan khayalak pembaca tanah air. Setidaknya ini bisa menjadi upaya untuk memperkenalkan karya-karya klasik yang mungkin sudah menjadi asing bagi pembaca karya fiksi masa kini. Sebelum The Old Man and The Sea, penerbit yang sama telah menerbitkan fiksi klasik lain seperti Lolita dan Maria (Vladimir Nabokov), Bonjour Tristesse (Françoise Sagan), dan Breakfast at Tiffany’s (Truman Capote).

-Jody Setiawan-
percikanku.multiply.com

DATA BUKU
Judul : LELAKI TUA DAN LAUT (The Old Man and The Sea)
Pengarang: Ernest Hemingway (1952)
Penerjemah: Yuni Kristianingsih Pramudhaningrat
Terbit: Cetakan 1, Mei 2009
Tebal: 148 hlm; 13 x 20,5 cm
Penerbit: Serambi

Bright Angel Time

17 Jun 2009 Pada: Resensi Pembaca

Sumber: MKS

Sejak memiliki kemampuan membaca, seingat saya hanya ada beberapa buku yang jika saya baca ulang, maka kesan yang saya dapat berbeda. Salah satunya ya buku ini.

brightangeltime4Pertama kali membaca, saya merasa kasihan sekaligus kagum pada sosok Kate. Dia yang selalu menanggap Papanya sempurna, suatu hari harus menerima kenyataan bahwa Papanya tidak berbeda dengan orang lain. Memiliki kekurangan dan kesalahan, kesalahan papanya adalah kabur dengan istri tetangganya!

Saat seluruh dunia sibuk menonton peristiwa bersejarah, pendaratan orang pertama di bulan, Papa Kate menjadikannya momentum untuk pergi meninggalkan keluarganya dengan pacar gelapnya, Camille.

Padahal sejak pagi, sang papa sudah berjanji akan memindahkan televisi ke halaman, hingga seluruh keluarga bisa menonton televisi sambil mendongakkan kepala memandang bulan, berikut penjelasan seputar geologi bulan. Lama ditungu, bukan Papa Kate yang pulang, malah Brian Cain, tetangga mereka yang membawa kabar bahwa istrinya telah kabur bersama Papa Kate.

Sejak saat itu semuanya berubah bagi Kate dan saudara-saudaranya. Padahal usia Kate baru tujuh tahun, Julia sembilan dan Jane sebelas. Saat Kate sakit, sang ibu memasukkan ke rumah sakit, ongkos perawatannya dibebankan pada sang papa. Namun belakangan sang papa menolak membayarnya, bahkan menganggap sebagai kengawuran istrinya, Eve. Kate mendengar pertengkaran kedua orang tuanya, jadi tidak menginginkan ayahnya kembali ke rumah. Ia malah berteriak mengusir ayahnya!

Belakangan Mama Kate sudah mampu menghadapi kenyataan bahwa suaminya berselingguh dan meninggalkan keluarganya demi wanita lain. Saat itu, hadirlah sosok lelaki yang dianggap Mama Kate mampu memberikan cinta, Anton. Anton sebenarnya sudah menikah dan memiliki istri yang kaya raya, yang menjadi biarawati. Sosok Anton sendiri digambarkan cukup religius.

Kehadiran Anton membawa perubahan bagi dinamika kehidupan Kate. Anton sering menempelkan uang di pintu kamar tidur mereka. Anton juga mengajarkan cara bermain poker hingga mereka ketagihan. Mereka mulai mencintai Anton, seperti mamanya mencitai Anton.

Sepertinya Mama Kate sudah tergila-gila pada Anton. Kate dan keluarga menempuh ribuan kilometer agar bisa bersama Anton. “ Seorang cowok buat kalian masing-masing dan mama yakin kalian akan jatuh cinta. Mama janji” Rayu Mama Kate di perjalanan.

Perjumpaan pertama mereka dengan anak-anak Anton adalah di tempat pemandian di Esalen. Walau nyaris seumur, namun mereka sangat berbeda dengan Kate dan saudara-saudaranya. “Berusahalah menyayangi mereka seolah mereka saudara dan saudaraimu sendiri”, Pesan sang mama.

Anton selalu mengagungkan cinta kasih. “Definisi cinta yang romantis adalah: aku adalah engkau. Kau adalah aku. Untuk bisa memiliki cinta seperti itu, kita perlu seks yang setara. Kita tidak bisa punya perkawinan yang tetap romantis kalau hubungan kita seperti hubungan antara tuan dan budak” Jelas Anton.

Kate baru benar-benar merindukan papanya saat bertengkar dengan Anton dan mamanya, karena hanya diizinkan untuk membeli makanan yang tidak lebih dari dua dolar, padahal ia menginginkan ayam goreng yang sudah pasti harganya diatas dua dolar. Kate menghubungi papanya melalui telpon dan memintanya untuk menjemput dan membawanya pulang.

Hubungan Mama Kate dan Anton tidaklah selalu mulus. Suatu hari terjadi pertengkaran, yang membuat mama Kate mendapat pukulan di wajah! Akibatnya mama Kate memutuskan untuk meninggalkan Anton dan keluarganya. Namun mereka pada akhirnya memutuskan untuk kembali bersama lagi.

Pertengkaran tersebut malah membuat Anton dan Mama Kate memutuskan untuk bertunangan dan bersiap menikah, Meskipun Kate dan saudaranya serta seluruh anak Anton menolak pernikahan tersebut, namun keputusan sudah dibuat!

Saat mereka menjelajah Grand Canyon, Kate, Julia kakaknya serta Sofia anak Antoni terpisah dari rombongan. Saat itu Kate benar-benar menunjukkan pengetahuannya terhadap bebatuan (hal 436). Kate malah bisa memastikan bahwa mereka hanya terpisah satu tingkat dibawah yang lainnya.

Di sini terlihat bahwa Kate sudah berubah menjadi lebih dewasa, Umurku hampir sembilan tahun. Aku punya pistol. Aku berjaga, hangat dalam kantong tidurku. Aku punya keyakinan. Bahwa aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak lelah lagi … (hal 442).

Novel ini diakhiri dengan baris-baris kalimat yang menyentuh saya, ”Saat berada di Masa Bright Angel-dalam masa yang penuh berkat Tuhan, masa yang penuh janji” (hal 445).

Seluruh novel ini tidak hanya bercerita mengenai Kate dan keluarganya, Anton dan keluarganya, namun sebagai selingan, diceritakan juga bahwa setelah Papa Kate pergi, ada satu keluarga yang ikut menumpang di rumah mereka. Dan keluarga tersebut sangat mendukung Mama Kate dan membenci Papa Papa Kate. Ada juga bab mengenai bagaimana kehidupan papa Kate dengan pacar gelapnya.

Tokoh favorit saya adalah JANE, kakak Kate. Hanya Jane yang diperbolehkan memasuki kamar mama saat dalam masa meratapi kepergian papanya. Hanya Jane yang berani mengeluarkan pendapatnya, berani mempertanyakan keputusan Anton sementara yang lain hanya diam, padahal yang dia utarakan adalah hal yang wajar. Seperti mengapa Anton dan anak-anaknya selalu memerintah Kate dan keluarganya, sementara saat Mama kate memperingatkan anak Anton, timbul pertengkaran. Jane juga yang berani meninggalkan rombongan, dengan uang pinjaman dari Kate pergi naik bus ke rumah sahabatnya!

-Truly Rudiono-

DATA BUKU
Judul: BRIGHT ANGEL TIME
Pengarang: Martha McPhee
Penerjemah: Th. Ninung Pandamnurani
Penerbit: PT Serambi Ilmu Semesta
ISBN: 979-1112-91-6
Halaman: 445
Cetakan I: April 2009

Lelaki Tua dan Laut

17 Jun 2009 Pada: Resensi Pembaca

oldman_lowDETAIL BUKU
Judul : LELAKI TUA DAN LAUT
Penulis : Ernest Hemingway
Penerjemah : Yuni Krsitianingsih P
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : I, Mei 2009
Tebal : 145 hal

Santiago, seorang lelaki tua penangkap ikan di arus teluk Meksiko sudah delapan puluh empat hari melaut namun sialnya selama itu ia tidak berhasil menangkap seekor ikanpun. Awalnya ia ditemani oleh seorang anak laki-laki bernama Manolin. Tetapi setelah empat puluh hari berlalu tanpa seekorpun ikan yang berhasil ditangkap, orang tua anak laki-laki itupun menyuruhnya untuk ikut pada perahu lain.

Walau tak ada yang menemaninya, lelaki tua itu tetap pergi melaut seorang diri, ia percaya bahwa di hari ke delapan puluh lima ia akan mendapatkan keberuntungan. Setelah dengan sabar menunggu, akhirnya keberuntungan itu memang datang, umpannya dimakan juga oleh seekor ikan marlin yang besar. Namun ikan itu tak menyerah begitu saja, alih-alih terseret oleh kail, ikan itu menyeret perahu yang ditumpangi lelaki tua sambil berputar-putar di sekeliling perahunya. Tak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya, dengan sisa-sisa kekuatan yang dimilikinya dan kesabaran yang luar biasa ia menunggu ikan itu menyerah, naik ke permukaan sehingga ia dapat membunuhnya.

Kesabaran dan keuletannya harus dibayar dengan tangannya yang terluka dan kram karena harus terus menerus memegang tali pancing dan menahannya dengan punggungnya. Setelah berhari-hari menunggu akhirnya ikan itu menyerah dan menyembul ke permukaan , seketika itu juga ditengah kelelahannya lelaki tua itu berhasil mengait ikan besar itu ke pinggir perahu dan membunuhnya dengan besi tajam. Saking besarnya ikan tangkapannya yang panjangnya melebihi melebihi perahunya, lelaki tua itu membiarkan ikan itu tetap berada di air dengan mengikatkannya di sekitar perahunya sambil berlayar menuju pantai.

Sayangnya eforia keberhasilan si lelaki tua setelah berhasil menangkap ikan marlin besar hanyalah sesaat. Tak lama kemudian ikan itu menjadi incaran hiu-hiu yang terus berdatangan untuk menggerogotinya. Kini si lelaki tua kembali harus berjuang untuk membunuh dan mengusir ikan-ikan hiu itu guna menyelamatkan ikan tangkapannya yang telah ia peroleh dengan susah payah dan belum tentu semua orang yang seusianya dapat melakukannya.

Kisah diatas adalah sebuah novella terkenal karya penulis Amerika, Ernest Hemingway yang diberi judul The Old Man and the Sea. Karya ini telah menjadi salah satu karya klasik yang akan terus dibaca dan dimaknai karena pesan yang hendak disampaikannya adalah pesan yang universal yang tak akan hilang tergerus oleh perubahan zaman. The Old Man an the Sea adalah kisah mengenai persahaban dan pelajaran kehidupan yang dramatik dan inpirasional, kisah lelaki tua yang bersahaja yang mengajarkan kita akan kesabaharan, kekuatan hati, serta semangat yang tak pernah menyerah oleh keadaan.

Nilai persahabatan dalam novella ini terdiskripsi antara tokoh si lelaki tua dan ‘murid’ nya, seorang anak lelaki yang bernama Manolin. Walau kisah antara lelaki tua dan Manolin hanya muncul di awal dan di akhir kisah, namun aroma persahabatan akan terasa begitu lekat antara keduanya. Walau Manolin dilarang oleh kedua orang tuanya untuk berlayar karena reputasi Santiago yang buruk dalam hal menangkap ikan, Manolin tak lantas meniggalkan dan meremehkannya. Ia tetap melayani ‘guru’nya dan menyediakan semua keperluannya sebelum dan setelah si lelaki tua berlayar seorang diri.

Keteguhan dan semangat yang pantang menyerah dalam diri Santiago tergambar dengan jelas dalam novella ini. Sekalipun telah 84 hari berlayar dan tak mendapat seekorpun ikan sehingga dijuluki ‘salao’ yang artinya tersial dari yang sial, Santiago tak menyerah atau putus asa. Ia yakin bahwa masih ada keberuntungan yang akan ia peroleh di hari ke 85. Keyakinannya itu diwujudkan dengan berlayar seorang diri, padahal untuk ukuran lelaki setua dia pergi melaut sendiri tanpa ditemani seseorang yang lebih muda dan kuat adalah hal yang sangat berbahaya.

Sifat-sifat heroisme Santiago dan semangat yang tak pernah menyerah terlihat jelas ketika Hemingway mengisahkan dengan detail bagaimana si lelaki tua harus berjuang seorang diri untuk menaklukkan ikan tangkapannya dan juga usaha luar biasanya ketika ia menghalau hiu-hiu yang hendak menggerogoti ikan tangkapannya.

Kisah Santiago, si lelaki tua ini memang sangat-sangat menarik. Hemingway tampaknya berhasil menggambarkan kisah perjuangan si lelaki tua dengan begitu hidup, detail dan dramatis. Pegalaman Hemingway yang juga gemar memancing di laut dan ketrampilan menulisnya yang terasah saat menjadi jurnalis tampaknya turut memberi andil dalam menghidupkan karyanya ini dengan memberikan gambaran secara detail saat si lelaki tua berjuang untuk menaklukkan tangkapannya.

Karya ini juga muncul di saat yang tepat dimana ketika itu masyarakat dunia khususnya Amerika tengah dilanda pesimisme, kegetiran, putus asa, dan ketakutan sebagai akibat dari Perang Dunia II, karenanya kisah Santiago yang hadir dalam sosok yang optimis dan pantang menyerah terhadap tantangan dan keadaan yang dihadapinya ini menginspirasi pembacanya untuk bangkit dari kegetiran dan keputusasaan.

Hal itulah yang turut membeli andil kesuksesan novela ini yang dalamw aktu singkat segera merebut hati pembacanya. Ketika kisah ini pertama kali muncul dalam majalah Life edisi I September 1952, hanya dalam dua hari saja 5,3 juta ekslempar majalah ini ludes terjual. Pada 8 Setember 1952 novella ini diterbitkan dalam bentuk buku oleh pernerbit Charles Scribner’s Sons. Dan karya ini merupakan karya fiksi terakhir yang dihasilkan Hemingway dan diterbitkan sewaktu ia masih hidup.

The Old Man and the Sea memang merupakan mahakarya dari Hemingway yang paling banyak mendapat apresiasi positif dari pembacanya di berbagai Negara, hal ini terbukti dengan diterjemahkannya karya ini ke dalam berbagai bahasa dunia. Berbagai penghargaan telah diraih novela ini, antara lain sebagai pemenang Pulitzer Prize tahun 1953 untuk kategori fiksi. Pada tahun yang sama karya ini juga memperoleh Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters. Dan puncaknya adalah karya ini juga yang mengantar Ernest Hemingway untuk memperoleh perhargaan Nobel Sastra 1954 untuk keahlian luar biasanya pada seni narasi, yang terakhir didemonstrasikan dalam The Old Man and the Sea, dan untuk pengaruh yang telah dihasilkannya atas gaya kontemporer.

Di Indonesia karya ini telah tiga kali diterjemahkan, pertama kali oleh sastrawan senior Sapardi Djoko Damano yang bukunya diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1973. Pada April 2008 penerbit asal Surabaya Selasar Publishing menerbitkan terjemahan The Old Man and the Sea. Kemudian pada Mei 2009 ini karya ini kembali diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Serambi. Bagaimana mungkin copyright untuk novel yang belum habis masa right-nya ini bisa diterbitkan oleh tiga penerbit yang berbeda ?

Berdasarkan informasi yang saya tanyakan langsung pada Penerbit Serambi, dengan tegas Serambi menyatakan bahwa right untuk terjemahan novella ini saat ini dipegang oleh Serambi karena hak right yang sebelumnya diperoleh Pustaka Jaya telah lama habis dan tidak diperpanjang lagi. Lalu bagaimana dengan Selasar Publishing yang akhir-akhir ini rajin menerbitkan karya-karya Hemingway? Silahkan pembaca menyimpulkannya sendiri.

Lalu bagaimana kualitas terjemahan dari ketiga penerbit di atas? Karena saya baru membaca terjemahan Sapardi DD (Pustaka Jaya) dan Yuni Kristianingsih (Serambi) saya rasa kedua-duanya sama baiknya, hanya saja karena ada perbedaan waktu terjemahan lebih dari 30 tahun, maka terjemahan Yuni tampak lebih segar karena menggunakan frasa-frasa yang umum digunakan saat ini.

Satu hal yang menarik di edisi Serambi adalah tampilan covernya yang menggunakan karikatur yang menarik dan lebih berwarna dibandingkan dua penerbit terdahulu (Pustaka Jaya dan Selasar). Selain itu di edisi Serambi juga menyajikan beberapa buah foto Hemingway dalam berbagai pose yang menarik, antara lain ketika ia bersalaman dengan pemimpin Cuba yang juga sahabatnya, Fidel Castro, dan pose saat ia bersanding dengan ikan marlin tangkapannya.

@h_tanzil

Apa Kata Pembaca Muda tentang Enzo

15 Jun 2009 Pada: Resensi Pembaca

Enzo The Art of Racing in the Rain

Akhirnyaaaaaa selese juga gue baca buku ini! yeay!
surely seperti yg udah gue bilang sebelumnya, buku ini bagus, penuh kata-kata menginspirasi yang ngebuat kita merasa betapa bersyukurnya kita bisa jadi manusia *ini engga lebay, ini beneran*. Tapi gue akan mengulas buku ini lebih jauh soalnya gue udh baca sampe slese.

enzo_lowEnzo The Art of Racing in the Rain adalah karya? Garth Stein, bercerita tentang Enzo seekor anjing yang menurut dirinya sendiri saat dia mati dia akan be-’reinkarnasi’ jadi manusia dan dia pengen banget jd manusia. Kenapa begitu? karena dia merasa dia berbeda, dia hampir mirip manusia. Enzo enjoy aja nonton tv seharian, padahal masternya dia Denny Swift udah ngelarang.

Enzo haus informasi dan ilmu (perlu diingat bahwa kalo di luar negeri acaranya itu sangat berbobot, engga kaya di Indonesia yg isinya sinetron semua). Enzo sangat suka dengan balapan, mungkin karena pengaruh Denny yg seorang pembalap, dan acaranya favoritnya (tentu saja) F1! Buku ini sebenernya adalah perjalanan hidup Enzo dan Denny yang diceritakan dari sudut pandang si anjing, si Enzo.

  • Quick info : di sini yang jadi orang jahatnya adalah orangtua Eve (yg Enzo beri nama si kembar jahat), karena mereka berusaha mencerai-beraikan keluarga Swift. Mereka ingin mengambil hak asuh Zoe dari Denny, mereka juga yang menuduh Denny memperkosa Annika, yang ngebuat Denny terancam kalah dalam pengadilan hak asuh anak. Parahnya saat penguburan Eve, Denny diusir dari pemakaman sama mereka.
  • Part paling favorit di buku ini adalah: ada 2 part. Yang pertama part di mana akhirnya Denny terlepas dari tuduhan pemerkosaan di bawah umur (yg sebenernya engga dia lakuin) yang hampir menghalangi Denny mendapatkan hak asuh anaknya, Zoe. Part yg kedua, part pas di masa-masa Eve, istrinya Denny, sakit tumor otak. Di sini Denny terpaksa terpisah dari Eve & Zoe, mereka berdua tinggal di rumah orangtua Eve karena Eve yg lagi sekarat pengen deket sama orangtuanya dan Zoe anaknya (yg menurut orangtua Eve) harus menikmati masa-masa terakhir sama ibunya sebelum dia meninggal.
  • Part paling seru di buku ini adalah: waktu Enzo diajak Denny naik mobil balap & ngerasain yg namanya balapan. Ini seru banget, di situ gue bisa ngerasa si Enzo kegirangan luar biasa gitu bisa ngerasain rasanya balapan. Cara Enzo nyampein perasaan dia juga asik, gue senyum-senyum sendiri pas baca part ini.
  • Part paling mengharukan di buku ini adalah: ada 2 part & dua-duanya sukses bikin gue nangis. Yang pertama (seperti yg udah gue bilang) pas dia ditinggal di rumah sendirian selama 3 hari tanpa makanan, minuman, dikunci dari luar. Mungkin part ini sebenernya kurang mengharukan buat orang lain, tapi gue toh nangis di part ini. Part ini agak nyambung sama part di mana sebenernya sebelum Eve nyadar dia sakit Enzo udh nyadar duluan, menurut gue ini juga mengharukan karena kata-kata yg keluar dari mulut Enzo sangat membuat sedih. Yang kedua tentu saja endingnya. Ending yang sangat luar biasa, agak terbaca tapi tetep aja bagus (kalo yang ini ga mau gue ceritain soalnya nanti jadi engga seru lagi).

    KESIMPULANNYA: Buku ini bagus, menginspirasi, danbuat yang suka balapan engga nyesel beli buku ini soalnya banyak banget ngebahas tentang balapan. Buku ini cukup menghibur dan sangat menginspirasi.

    enjoy the book :-) ,
    Zimpie

    http://zimpedidodah.blogspot.com/2009/06/art-of-racing-in-rain.html

    IDENTITAS BUKU
    Judul: ENZO The Art of Racing in The Rain
    Penulis: Garth Stein
    Penerjemah: Ary Nilandari
    Penerbit: Serambi
    Tebal: 408 halaman
    Cetakan: I, April 2009

    Tentang Blog Ini

    Gita Cerita Utama adalah salah satu lini produk penerbit Serambi yang mempersembahkan buku-buku karya Penulis kelas dunia, seperti Dan Brown, Orhan Pamuk, Amin Maalouf, Tariq Ali, Toni Morisson, S.J. Rozan, dan masih banyak lagi.

    Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.

      Buku Terbaru Lini Gita Cerita Utama

    Toko Buku Serambi Online     Little Serambi    

    Serambi Podcast  Penerbit Atria

    Informasi Al-Quran Produk Serambi

    TV Serambi

    Flickr PhotoStream

      1 538f00004985untitledDSC_5722