Bincang Buku SI CANTIK DARI NOTRE DAME di DFM

3 Aug 2010 Pada: Kabar

Simak bincang santai buku terbaru Serambi, Si Cantik dari Notre Dame.
Sebuah novel legendaris karya Victor Hugo.

Tentang Esmeralda, si gadis gipsi yang digila-gilai para lelaki di Notre Dame. Juga tentang si manusia aneh, si bungkuk Quasimodo yang menjadi musuh masyarakat Paris abad pertengahan.

Minggu, 8 Agustus 2010
Pukul 14.00 WIB

Hanya di DFM 103,4 FM Jakarta

Jangan lewatkan ya, karena akan 3 hadiah buku buat para pendengar yang beruntung.

Anda yang di luar Jakarta juga bisa mendengarkannya via streaming di http://www.radiodfm.com/

GURUN CINTA di Sonora FM

3 Aug 2010 Pada: Kabar

Jangan lewatkan bincang seru kali ini yang akan membahas buku klasik yang indah, GURUN CINTA.

Novel yang meraih Grand Prix du Roman de I’Academie Francaise pada 1926. Dan merupakan novel terbaik Francois Mauriac.

Tentang persaingan asmara antara ayah dan anak yang memperebutkan wanita yang sama!

Minggu, 8 Agustus 2010
Pukul 11.00 WIB

Hanya di SONORA 92.0 FM Jakarta

Jangan lewatkan ya, karena akan hadiah buku buat para pendengar yang beruntung.

ARUMDALU (arum = harum, dalu = malam; arumdalu = nama Jawa untuk bunga sedap malam) adalah novel kedua dari serial Glonggong karya Junaedi Setiyono, penulis yang kini tinggal di Purworejo, Jawa Tengah. Novel Glonggong sendiri merupakan novel pertamanya dan langsung mendapat penghargaan sebagai pemenang keempat (harapan I) sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006.

Novel Arumdalu makin mengukuhkan kekuatan para pengarang asli Indonesia di jagat sastra negeri ini, tak kalah dengan novel-novel (sejarah) terjemahan yang dari sisi kuantitas tetap menguasai ruang display toko-toko buku.

Seperti Glonggong, novel Arumdalu masih memaparkan kisah di seputar Perang Jawa (1925-1930), perang antara pasukan penjajah Belanda melawan penduduk pribumi yang dipimpin Pangeran Dipanegara (kita lebih senang menulisnya Diponegoro). Namun, kisahnya sama sekali bukan tentang perang itu sendiri atau tokoh-tokoh utama yang terlibat dalam perang itu.

Novel ini berkisah tentang gadis bernama Arumdalu, nama tambahan bagi Raden Ayu Danti. Arumdalu menjadi nama yang melekatinya lantaran kesukaannya menyuntingkan bunga itu di rambutnya.

Pada awal meletusnya Perang Jawa, hampir semua orang Salatiga, terutama kaum lelakinya, mengenal Danti Arumdalu. Orang-orang selalu menghubungkannya dengan kehidupan malam. Selanjutnya, Arumdalu dikasak-kusukkan sebagai pelacur kelas tinggi, simpanan seorang bangsawan kaya raya dari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dari sudut pandang pengawalnya, Ki Brontok, kisah tentang Arumdalu ini dituturkan. Ki Brontok adalah lelaki berwajah rusak yang memiliki nama asli Raden Mas Brata, seorang anak priayi yang sejak anak-anak sangat memuja Danti. Obsesinya pada Danti membuat Brata melakukan apa saja demi bisa dekat dengan sang gadis. Sayang, Danti justru terpikat kepada Resa, seorang lelaki kebanyakan, anak seorang jagal bernama Ki Abilawa.

Secara tidak langsung, Brata kemudian terlibat dalam pembunuhan Ki Abilawa. Kisah pun mengalir panjang, sampai pada upaya pembebasan seorang panglima laskar Dipanegara yang termasyhur, Kiai Maja, yang ditangkap dan kemudian disekap di Benteng Salatiga. Namun, misi itu menjadi begitu rumit dan diperumit lagi dengan persoalan yang menggejolak di dalam dada para pembebas, persoalan manusia yang tidak dapat memungkiri jeritan hati nuraninya.

Seperti novel pendahulunya, novel ini juga sarat dengan paparan mengenai kebobrokan moral para pejabat dan pengusaha. Malima, terutama madon (bermain perempuan) dan madhat (mencandu narkoba) merebak di berbagai tempat. Kisahnya akan membuat kita menyimpulkan bahwa, setelah hampir dua ratus tahun, kebobrokan moral tetap merajai negeri ini.

Dari sisi cerita, memang agak sayang Pangeran Dipanegara sama sekali tidak hadir. Mungkin akan menjadi sensasi tersendiri kalau tokoh ini muncul meskipun hanya sebagai figuran. Satu tokoh sejarah yang muncul hanyalah Kiai Maja. Dari sisi penulisan, novel ini mengalir lancar dan bahasanya enak dinikmati.

Apa pun, setelah Glonggong dan Arumdalu, kita tunggu kisah apa lagi yang akan digelar Junaedi Setiyono dalam buku ketiganya.

(Resensi: Hermawan Aksan)

Detail Buku
Judul: ARUMDALU
Pengarang: Junaedi Setiyono
Penyunting: Moh. Sidik Nugraha
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Mei 2010
Tebal: 378 Halaman

Lagi, Resensi THE LAST EMBER

22 Jul 2010 Pada: Resensi Pembaca
Saat ditanya dalam sebuah wawancara oleh Steve Berry, tentang asal ide pembuatan cerita The Last Ember ini, seperti inilah yang Levin katakan.

“As for the story, the level of espionage in Rome and Greece has always fascinated. I was a classics student and was surprised to discover loads of intrigue around every corner. So I thought, what if some of that ancient intrigue came with modern consequences? I began to research illegal excavation sites around the world and started to see a pattern: some of the largest sites of archaeological destruction were damaged for purely political purposes – simply as a way to erase the past — and then it occurred to me, what if someone was politically motivated to control – not the future, but the past?

Membaca kisah petualangan Jonathan Marcus ini, serasa membuat adrenalin terpacu lebih kencang. Kisah yang mengantarkan Marcus meyingkap mengenai keberadaan Menorah, simbol monoteisme yang paling kuno. Simbol keagamaan sepanjang zaman.

Menorah yang kira-kira seperti inilah gambar ilustrasinya.

Petunjuk awal berupa tulisan Phene nike umbilicus orbis terrarium berhuruf latin dalam bentuk sebuah tatto pada mayat, menjadi hal yang mengantarkan Marcus ke dalam situasi yang lebih kompleks.

Marcus yang akhirnya secara tidak sengaja berpartner dengan Dr. Emili Travia, ilmuwan PBB yang juga adalah mantan kekasihnya di masa lalu, terus-terusan menghadapi bahaya dalam setiap langkah mereka demi menyingkap misteri dalam artefak tersebut. Arterfak yang berumur lebih dari 2000 tahun tersebut.

Pada bab menjelang akhir cerita, dikisahkan Jon dan Emili yang berusaha keluar dari Israel dengan bantuan Eilat Segev memakai pesawat El Al. Mereka bermaksud untuk kembali ke Italia, walaupun pihak Carabineri di Roma telah mengeluarkan surat penahanan yang berlaku di seluruh Uni Eropa bagi mereka berdua.

Lucunya, mereka begitu percaya diri tidak akan sampai tertangkap di bandara Fiumicino, Italia, karena para petugas Carabineri Fiumicino akan mancari-cari mereka berdua di antara penumpang yang hendak ke luar negeri, bukan sebaliknya.

Walaupun ada beberapa orang yang membandingkan kisah dari Levin ini mirip dengan kisah Da Vinci Code series yang ditulis Dan Brown, dari segi pemecahan simbol dan teka-teki, tetapi The Last Ember ini terasa lebih kompleks.

Dari cerita tentang Monoteisme kuno, yang mengapa harus menyembah pohon, mengingatkan saya akan film Avatar yang fenomenal.
Diceritakan juga bagaimana laut merah itu ada dan terbelah, membuat saya kagum akan riset yang dilakukan Levin dan pengetahuan yang ia miliki.

(Resensi: Noviane Asmara)

Detail Buku
Judul: THE LAST EMBER
Penulis: Daniel Levin
Penerjemah: Fahmi Yamani
Tebal: 573 halaman
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Juni 2010

Tentang Blog Ini

Gita Cerita Utama adalah salah satu lini produk penerbit Serambi yang mempersembahkan buku-buku karya Penulis kelas dunia, seperti Dan Brown, Orhan Pamuk, Amin Maalouf, Tariq Ali, Toni Morisson, S.J. Rozan, dan masih banyak lagi.

Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.

  Buku Terbaru Lini Gita Cerita Utama

Toko Buku Serambi Online     Little Serambi    

Serambi Podcast  Penerbit Atria

Informasi Al-Quran Produk Serambi

TV Serambi