Good Wives @ Majalah D’Sari, Juli 2010

21 Jun 2010 Pada: Resensi Media Massa

Kisah-kisah Unik Piala Dunia

18 Jun 2010 Pada: Resensi Pembaca

SEJAK diselenggarakan pertama kali tahun 1930, perhelatan akbar Piala Dunia (World Cup) selalu mengundang hingar bingar. Olah raga paling populer sejagat itu -tak dumungkiri- menyedot perhatian penduduk bumi di seluruh dunia. Maklum, piala dunia tidak lagi sekedar permainan. Lebih dari itu, event piala dunia sudah melampaui batas lapangan hijau jadi simbol dari denyut nadi perjuangan ‘nasionalisme’ sebuah bangsa, ritual dan religion global. Bahkan seiring kemajuan zaman, piala dunia sudah dikemas menjadi bisnis global.

Tapi, terlepas dari semua itu, sepak bola tetap sebuah pertandingan di atas lapangan hijau. Maka, ketika Piala Dunia digelar menampilkan perwakilan 32 negara, di lapangan hijau itu akan tersaji sebuah pertunjukan serupa drama –permainan adu skill, strategi, dan kekuatan untuk dapat jadi pemenang. Karena ujung dari pertandingan adalah kalah dan menang. Wajar jika dari lapangan hijau Piala Dunia itu: lahir pahlawan bola, bintang dan selebritis lapangan. Juga, setumpuk kisah seputar suka duka yang tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi melampaui batas stadion.

Piala dunia memang memiliki ranah unik yang mirip panggung. Dari sejarah piala dunia pun menyisakan peristiwa menarik, heroik, lucu dan unik yang tidak saja terjadi di lapangan, melainkan juga di balik stadion. Giuseppe Meazza pernah meninggalkan kisah unik dalam pertandingan semifinal Piala Dunia tahun 1938. Dalam pertandingan melawan Brazil, Italia mendapat berkah pinalti setelah Domingos da Guia melakukan tackle terhadap Silvio Piola. Meazza jadi eksekutor. Tapi sebelum ia melakukan eksekusi, tali celananya putus. Penonton tertawa geli. Ia tak peduli, menarik bagian atas celana dengan mencekeram begitu saja. Drama itu membuat kiper Walter de Soza Goulart menahan geli. Tapi, Meazza tak peduli dan menata konsentrasi. Eksekusi sukses, Meazza digulung senang sampai mengangkat kedua tangannya dan lupa tali celananya putus sehingga hal itu menjadikan auratnya terbuka.

Piala dunia penuh kisah unik. Soal sepatu pun bisa menjadi tragedi. Tim India, pernah berangkat ke laga Piala Dunia 1950 dengan tanpa sepatu, karena tak tahu kalau main bola di Piala Dunia harus mengenakan sepatu. Kisah tentang sepatu juga dialami Leonidas (di Piala Dunia 1938). Saat melawan Polandia, ia sempat membuat kontroversi –masuk lapangan tanpa sepatu. Praktis, ia diusir wasit Eklind dan diminta untuk memakai sepatu. Tapi, saat ia mencetak gol keempat yang memastikan kemenangan 6-5, ia tak memakai sepatu -setelah melepaskan sepatu dan mencelupkan kakinya ke lumpur untuk mengelabuhi wasit.

Kisah soal sepatu yang tak kalah unik dialami Just Fontaine waktu harus bertanding di Swedia 1958. Saat diputuskan untuk jadi pengganti Bliard, ia dicekam galau. Sepatu yang ia miliki rusak dan tak bisa dipakai. Untung, Stephane Bruey tanggap meminjamkan sepatunya. Tak disangka, berkat sepatu pinjaman itu, Fontaine mencetak 13 gol dalam enam laga.

Piala dunia memang permainan sepak bola, tapi tidak lepas dari unsur politik, ideologi, ras, ekonomi, dan agama. Hal itu menjadikan piala dunia penuh perseteruan yang tak jarang mengancam nyawa pemain. Kiper Inggris, Gordon Banks tak bisa bermain menghadang Jerman Barat di seperempat final (1970) justru dikabarkan karena keracunan. Luis Monti sempat diancam kematian. Saat mewakili Argentina di Piala Dunia 1930, ia diancam akan dibunuh jika Argentina menang. Saat mewakili Italia (1934), ia diancam pemimpin fasis Italia –jika Italia kalah lawan Cekoslovakia. Berbeda dengan Monti yang bisa lolos, Andreaz Escobar mengalami kematian tragis –ditembus 12 peluru karena ulah seorang yang kecewa: kalah di meja judi.

Buku karya Asep Ginanjar dan Agung Hasya ini merekam kisah-kisah unik yang pernah terjadi di Piala Dunia. Setumpuk peristiwa yang mengiringi Piala Dunia itu diolah penulis dengan menampilkan 100 + fakta unik—ditambah profil para pemain, pelatih, pahlawan sepak bola dalam Piala Dunia. Juga data dan fakta historis Piala Dunia 1930 hingga 2006.

Kendati demikian, kisah-kisah unik dalam buku ini bisa jadi semacam kaledioskop ringkas Piala Dunia 1930 hingga 2006. Apalagi, buku ini dilengkapi panduan singkat Piala Dunia 2010 dan jadwal pertandingan dari penyisihan grup hingga final. Hal itu menjadikan buku ini tidak saja akan menambah wawasan seputar Piala Dunia, melainkan juga pas menemani Anda dalam menoton Piala Dunia yang sekarang ini diselenggarakan di Afrika Selatan.

Oleh N. Mursidi
(Resensi ini dimuat di Koran Jakarta, Kamis 17 Juni 2010, http://koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=54977)

Detail Buku
Judul: 100+ Fakta Unik Piala Dunia
Penulis: Asep Ginanjar & Agung Harsya
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, 2010
Tebal: 235 hlm

Madame Bovary

14 Jun 2010 Pada: Senarai, Terbaru

Detail Buku
Judul: MADAME BOVARY
Tagline: Ketika mimpi-mimpi romantis dan kenyataan tak seiring sejalan …
Penulis: Gustave Flaubert
Penerbit: Serambi
Tebal: 508 hlm
Cetakan: I, Mei 2010
Harga: Rp 59.000

Emma Bovary mengalami perkawinan yang hampa dengan seorang dokter yang tekun, penuh dedikasi, bertampang lusuh, tetapi juga setia. Di sisi lain, dia merupakan perempuan yang sangat cerdas, tapi tak memiliki kesempatan untuk mengembangkan pikirannya. Keadaan ini menyebabkan dia mengejar impian penuh hasrat dan sentimental akan ekstase dan cinta. Apa yang terjadi selanjutnya?

Karakter pemberontak Emma Bovary memantulkan pandangan sang pengarang cerita akan kehidupan borjuis pada abad ke-19. Sebagai potret kejiwaan yang brilian, novel klasik berumur 1,5 abad ini menyentuh batasan-batasan moral dan menggambarkan bahwa dunia bukanlah suatu optimisme naif. Jadi, isinya bukan sekadar cerita perselingkuhan.

Madame Bovary merupakan mahakarya Gustave Flaubert dan menjadi salah satu novel Prancis paling penting pada abad ke-19. Novel ini dipandang menginspirasi, jika tidak bisa disebut menandai, secara tidak langsung munculnya feminisme. Keistimewaan yang paling utama dari novel ini terletak pada detail dan polanya.

Novel terbaik kedua setelah Anna Karenina.
The Top Ten: Writers Pick Their Favorite Books

Novel paling sempurna yang pernah ada selama ini.
The Washington Post

Madame Bovary mirip stasiun kereta yang dibangun pada masanya (yang menjadi latar novel ini): elegan, bahkan berbunga-bunga, tetapi berbahan besi.
— John Updike

Tentang Blog Ini

Gita Cerita Utama adalah salah satu lini produk penerbit Serambi yang mempersembahkan buku-buku karya Penulis kelas dunia, seperti Dan Brown, Orhan Pamuk, Amin Maalouf, Tariq Ali, Toni Morisson, S.J. Rozan, dan masih banyak lagi.

Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.

  Buku Terbaru Lini Gita Cerita Utama

Toko Buku Serambi Online     Little Serambi    

Serambi Podcast  Penerbit Atria

Informasi Al-Quran Produk Serambi

TV Serambi

Flickr PhotoStream

    flickrRSS probably needs to be setup