Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.
Simak bincang santai buku terbaru Serambi, THE LAST EMBER,
novel bergaya Da Vinci Code karya Daniel Levin
tentang misteri di balik penggalian Al-Aqsa
Yang akan dibahas oleh Kurnia Efendi
Minggu, 11 Juli 2010
Pukul 14.00 WIB
Hanya di DFM 103,4 FM Jakarta
Jangan lewatkan ya, karena akan 3 hadiah buku buat para pendengar yang beruntung .
NB: Kalau beli The Last Ember di PBJ dapat diskon s.d 40% lho!
Klik detailnya di sini http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/the-last-ember.php
Anda yang di luar Jakarta juga bisa mendengarkannya via streaming di http://www.radiodfm.com/
Jangan lewatkan bincang seru kali ini yang akan membahas buku klasik yang indah, MADAME BOVARY
novel yang disebut-sebut sebagai karya brilian yang kemudian banyak menginspirasi karya-karya sastra sesudahnya.
Tentang mimpi-mimpi romantis dan kenyataan yang tak seiring sejalan ..
Minggu, 11 Juli 2010
Pukul 14.00 WIB
Hanya di Pro2 RRI 105.00 FM Jakarta
Jangan lewatkan ya, karena akan 3 hadiah buku buat para pendengar yang beruntung.
NB: Kalau beli di PBJ dapat diskon s.d 40% lho!
Klik detailnya http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/madame-bovary.php
Anda yang di luar Jakarta juga bisa mendengarkannya via streaming di http://www.rri.co.id/
Detail Buku
Judul: THE LAST EMBER
Subjudul: Bara di Balik Penggalian Bawah Tanah Al Aqsa
Pengarang: Daniel Levin
Penerjemah: Fahmi Yamani
Penerbit: Serambi
Cetakan: II, Agustus 2010
Tebal: 576 hlm
Harga: Rp 69.000
Yerusalem-Roma berjarak seribu enam ratus kilometer. Di bawah kedua kota itu, sekelompok orang berusaha menghapus sejarah.
Jonathan Marcus, seorang pengacara muda dan mantan siswa program doktor di bidang studi klasik telah menjadi komoditas panas yang dicari-cari oleh para pedagang barang purbakala. Namun saat diminta datang ke Roma untuk memeriksa sekeping peta batu kuno milik seorang kliennya, dia menemukan sebuah rahasia yang mencengangkan: petunjuk tsurat ha-hidah—teka-teki simbolis.
Penemuan itu melontarkan dirinya ke dalam sebuah petualangan penuh bahaya mulai dari labirin di bawah Colosseum sampai berbagai terowongan yang dibangun pada zaman kenabian di Yerusalem untuk menemukan artefak tersembunyi berusia 2.000 tahun yang selama ini dicari oleh sejumlah kerajaan berbagai zaman. Benda itu adalah simbol sejarah yang lebih hebat dibandingkan dengan mitos agama mana pun.
Saat Marcus dan seorang ahli pelestarian PBB yang bersemangat tinggi, Dr. Emili Travia, menggali lebih dalam ke masa lalu, mereka terkejut saat menemukan bukan hanya sebuah jaringan intelijen pada zaman dahulu yang bersumpah untuk melindungi artefak itu, tetapi juga kelompok radikal misterius berencana menghancurkan semua bukti sejarah dari Bukit Baitallah (al Haram asy Syarif).
Dengan plot tajam yang sama rumitnya dengan berbagai situs kuno yang digalinya, The Last Ember adalah novel menegangkan yang mencekam seputar dunia arkeologi, politik, dan terorisme yang memiliki konsekuensi besar dalam menggambarkan perjuangan dunia modern untuk mendefinisikan—dan mendefinisikan ulang—sejarah itu sendiri.
DANIEL LEVIN meraih gelar sarjananya dalam bidang kebudayaan Romawi serta Yunani dari Universitas Michigan dan lulusan Sekolah Hukum Harvard. Dia tercatat sebagai siswa Akademi Amerika di Roma dan membuka praktik hukum internasional di New York.
“Pasang sabuk pengaman Anda dan bersiap-siaplah untuk cerita yang menegangkan, mencekam, dan melaju kencang.”
—Steve Berry, penulis The Charlemagne Pursuit dan The Amber Room
“Sungguh perjalanan luar biasa dari dunia Timur Tengah yang panas menuju dunia kekaisaran Romawi kuno kemudian kembali lagi ke masa kini.”
—Alan Dershowitz, Sekolah Hukum Harvard
“Dalam debutnya yang orisinal dan terpelajar, Daniel Levin mengungkapkan dengan jelas sebuah dunia di mana arkeologi, hukum, dan rahasia agama menyatu dalam sebuah interaksi yang menegangkan.”
—Matthew Pearl, penulis The Dante Club
Albert Einstein, sang genius satu ini, tidak pernah lepas dari berbagai isu dan misteri.Gelar sebagai ilmwuan paling cemerlang abad 20 mengundang decak kagum khalayak ilmuwan dunia. Segala gerik-geriknya terus diamati untuk membedah keseluruhan hidup yang dijalani seorang Einstein. Menggali gerak-gerik Einstein tak lain untuk mengungkap kejeniusan yang dimiliki sang maestro.
Dari sekian banyak telusur dan kisah biografis ihwal Einstein, buku berjudul The Einstein Girl; Misteri Kisah Cinta Sang Ilmuwan ini hadir berbeda. Buku ini menguak kisah cinta sang ilmuwan. Pilihan kisah cinta yang diangkat penulis menjadikan buku ini bisa menguak segi berbeda ihwal Einstein.
Philip Sington mengisahkan bahwa 30 tahun setelah kematiannya, surat-menyurat rahasia antara sang genius Albert Einstein dan matematikawan Serbia yang pernah menjadi istrinya, Mileva Maric, terungkap. Surat itu mengungkap keberadaan seorang anak haram yang terlahir dua tahun sebelum mereka menikah. Elisabeth Einstein, anak itu, dilahirkan pada akhir Januari 1902 di sebuah desa yang pada saat itu masuk wilayah kerajaan Austro-Hungaria.
Dua bulan sebelum Adolf Hitler naik ke tampuk kekuasaan, seorang gadis muda tanpa busana berparas cantik ditemukan dalam keadaan nyaris tewas di sebuah hutan di luar Kota Berlin. Ketika gadis itu akhirnya pulih dari koma, dia tidak mampu mengingat apa pun, termasuk namanya sendiri. Satu-satunya petunjuk identitasnya adalah secarik kertas yang terletak di dekat tempatnya ditemukan, berisi pemberitahuan sebuah acara kuliah umum tentang Teori Kuantum oleh Albert Einstein.
Sington mengungkapkan bahwa seorang psikiater bernama Martin Kirsch telah berusaha keras menyingkap kebenaran di balik kasus “Pasien E” (Einstein, maksudnya) ini, tetapi lama-kelamaan ketertarikan profesionalnya ternyata berubah menjadi rasa cinta pada sang gadis.
Penyelidikan intensifnya kemudian membawanya ke pedalaman Serbia melalui sebuah rumah sakit jiwa di Zürich, tempat ahli waris kejeniusan Albert Einstein anak bungsunya, Eduard Einstein yang tengah menulis sebuah buku yang akan menghancurkan reputasi ayahnya sekaligus mengubah dunia.
Seorang Einstein Girl menjadi misteri yang mengguncangkan belahan dunia Eropa. Dalam diri Einstein Girl terdapat darah sang ilmuwan dunia yang mengutak-atik wajah pergolakan keilmuan eksakta. Tak pelak, kegemparan kasus “anak haram” ini menjadikan sang Einstein Girl mengundang misteri khalayak publik. Buku ini ditulis dengan memukau berdasarkan riset yang tekun.
Novel ini adalah sebuah misteri tentang cinta kasih dan kegandrungan akan ilmu pengetahuan sekaligus sebuah perjalanan gelap menuju sisi psikologis yang tak pernah diungkap dari seorang ilmuwan paling cemerlang pada abad kedua puluh.
Sington, dalam novel thriller historis ini, telah membawa alam pemikiran kita akan dunia Einstein yang bukan saja bergelut dalam alam teoritikus, tapi juga sebagai manusia.
(Peresensi: Muhamadun, dimuat di Koran Jakarta, 16 Juni 2010. http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=54877)
Detail Buku
Judul: THE EINSTEIN GIRL
Pengarang: Philip Sington
Penerbit: Serambi
Cetakan: 1, Juni 2010
Tebal: 525 hlm
Gita Cerita Utama adalah salah satu lini produk penerbit Serambi yang mempersembahkan buku-buku karya Penulis kelas dunia, seperti Dan Brown, Orhan Pamuk, Amin Maalouf, Tariq Ali, Toni Morisson, S.J. Rozan, dan masih banyak lagi.
Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.