“Kenapa kamu membenciku?” Tanya Elena.
“Aku tidak membencimu,” Jawab Stefan.

Elena Gilbert, gadis cantik berambut keemasan, Ratu sekolah, perempuan yang mampu meluluhlantahkan setiap lelaki disekolahnya. Alih-alih tetap menjalin hubungan dengan Matt Honeycutt, lelaki yang semula dianggap paling sempurna untuk mendampinginya, ia malah tertarik dengan wujud Stefen. Murid baru disekolahnya. “Ia tidak seperti anak laki-laki mana pun yang pernah kukenal” Tulis Elena dalam diarynya.

“Kamu selalu ingin semua orang dan segala hal mengelilingimu,Elena Gilbert” Ucap Matt. Semua orang, namun bukan Stefan! Stefen jelas-jelas mengacuhkan Elena.Ia seakan meremehkan Elena dengan sengaja, terlebih di depan Caroline musuh bebuyutan Elena. Ia sengaja menolak tawaran Elena untuk menemaninya berkeliling sekolah dengan alasan harus mengikuti latihan football, yang semula ditolaknya. Ia juga datang ke pesta dansa dengan Caroline. Ia bertingkah seakan Elena tidak ada, padahal di kelas, duduknya hanya berbeda sekian kursi dengan Elena.

Tekat Elena utuk mendapatkan Stefan kian membara. Ia harus mendapatkan lelaki itu, bahkan jika itu akan membunuhnya. Tak perduli jika itu akan membunuh mereka berdua, ia harus mendapatkannya. Untuk itu ia tanpa ragu meminta bantuan Matt agar bisa mengenal Stefen lebih jauh. “ Kamu hanya ingin semua orang dan segala hal beredar sesuai keinginan Elena Gilbert. Kamu hanya menginginkan segala hal yang tidak kamu miliki ?” Jawab Matt saat Elena meminta bantuannya. Matt yang masih mencintai Elena akhirnya bersedia membantu Elena. Cinta memang aneh!

Elana juga memanfaatkan posisinya sebagai ratu sekolah untuk mencari tahu segala hal yang berhubungan dengan Stefan. “Apa gunanya menjadi ratu sekolah kalau kamu tidak memanfaatkannya sesekali” Alasannya saat meminta sesorang mencari jadwal kelas yang diikuti Stefan. Elena yang selama ini dipuja-puja orang, harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian Stefan.

Ramalan ngawur sahabatnya kian memicunya untuk mendapatkan Stefan. “Kamu akan bertemu dengan orang asing yang tinggi dan berkulit gelap.” Para sahabat meramalkan bahwa suatu saat Elena akan bertemu dengan pujaan hatinya. Untuk Elana, itu cukup menggambarkan sosok Stefan.

Namun, Elena tidak mengerti bahwa penolakan yang dilakukan Stefen sebenarnya memiliki alasan yang hanya dimengerti oleh Stefen sendiri. Penolakan Stefen atas pesona Elena sepertinya sia-sia. Ia bisa mendengarkan setiap helaan napas lembut gadis itu, merasakan auranya yang hangat di punggungnya, merasakan setiap denyut manis nadinya. Yang mengerikan, ia terhanyut ke dalamnya. Lidahnya maju-mundur menyapu gigi taringnya, menikmati sensasi sakit yang menyenangkan di sana. Ia akan menghirup aroma itu dalam-dalam, dan membiarkan imajinasi itu bermain-main dalam pikirannya.

Ternyata Stefan tidaklah seperti yang diperkirakan Elena. Ia menyimpan rahasia kelam dalam kehidupannya. Namun kelembutan Elana mampu mengalahkan kekuatan liar yang ada dalam diri Stefan. Hanya saja,semuanya tidak berjalan seindah yang dibayangkan Elena.

Banyak hal aneh dan menakutkan yang dialami Elena. Terutama sejak mengetahui rahasia kelam Stefan. Rahasia kelam dan hal-hal menakutkan itu antara lain … Ah susah dijabarkan, pokoknya menegangkan. Baca sendiri deh, rasakan sensasi yang seru.

(Resensi oleh Truly Rudiono)

Detail buku
Judul: THE VAMPIRE DIARIES
Anak Judul: The Awakening
Penulis: L.J. Smith
Penerbit: Atria
Tebal: 281 hlm
Cetakan: April 2010