a sultan in palermoPenulis: Tariq Ali
Penerjemah: Atta Verin dan Anton Kurnia
Penyunting: Anton Kurnia
Cetakan I, Maret 2007

Seorang Sultan di Palermo adalah novel keempat dalam serial tetralogi novel sejarah Islam karya Tariq Ali. Tiga novel pertama adalah Bayang-Bayang Pohon Delima yang berlatar Spanyol, Kitab Salahuddinyang berlatar Timur Tengah, dan Perempuan Batu yang berlatar Turki.

Novel ini berlatar Sisilia pada abad kedua belas. Saat itu, pulau yang kini dikenal sebagai tempat kelahiran mafia itu dihuni oleh mayoritas penduduk Muslim, tetapi diperintah oleh seorang penguasa Kristen moderat bernama Sultan Rujari alias Raja Roger II (1101-1154). Kisah mengalir seiring kisah hidup seorang ilmuwan pembuat peta terkemuka yang juga seorang pencinta yang berkobar-kobar, Muhammad al-Idrisi (1100-1165), dan persahabatannya yang unik dengan Sultan Rujari, termasuk kisah cinta segi limanya dengan selir kesayangan sang Sultan dan istri seorang Amir bawahan Sultan.

Novel historis ini berhasil menelusuri akar konflik berabad-abad antara peradaban Islam dan Barat, dihiasi kisah cinta bercabang yang penuh gelora, intrik politik, kecamuk perang, revolusi rakyat, dan latar sejarah yang memukau.

Adapun buku-buku lainnya karya Tareq Ali adalah:

Perempuan Batu

perempuan batuPenulis: Tariq Ali

Penerjemah: Anton Kurnia

Cetakan I, Maret 2006
Perempuan Batu adalah salah satu dari tetralogi novel Tariq Ali—novelis terkemuka Inggris kelahiran Pakistan yang juga dikenal sebagai aktivis dan editor jurnal politik berpengaruh, The New Left Review—yang mengungkap jejak peradaban Islam. Novel ini telah diterjemahkan dalam banyak bahasa
Novel indah dan memukau ini mengisahkan saat-saat keruntuhan Kesultanan Utsmaniyah—kekhalifahan Islam terakhir sepanjang sejarah—di Turki menjelang Perang Dunia I. Kisah demi kisah yang berpusat pada keluarga seorang mantan duta besar berdarah biru dirangkai melalui penuturan tokoh-tokohnya kepada sesosok patung tua berjuluk Perempuan Batu. Cerita mengalir hingga ke masa berabad-abad silam dengan patung Perempuan Batu sebagai benang merahnya—dihiasi kisah cinta penuh gelora, intrik politik, dan kronik sejarah yang kaya. Perempuan Batu menjadi saksi bisu yang menyingkap segala rahasia kepedihan, gairah cinta, dan luka sejarah yang terpendam selama ratusan tahun.

Kitab Salahuddin

kitab salahuddinPenulis: Tariq Ali

Penerjemah: Anton Kurnia

Cetakan I, Januari 2006

Cetakan II, Oktober 2006

Kitab Salahuddin adalah memoar fiktif Sultan Salahuddin—seorang pemimpin Kurdi yang membebaskan Yerusalem—yang ditulis oleh seorang juru tulis Yahudi, Ibnu Yakub. Salahuddin memberi izin Ibnu Yakub untuk berbicara dengan istri dan para pembantunya agar ia bisa menghadirkan sebuah gambaran utuh dalam memoar Sultan.

Novel ini memetakan kejayaan Salahuddin sebagai Sultan Mesir dan Suriah dan mengikutinya saat ia bersiap merebut Yerusalem dari Kaum Salib, bersekutu dengan orang-orang Yahudi dan Kristen. Serangkaian kisah yang saling berhubungan menghiasi lelucon dan hasrat-hasrat duniawi di mana hal-hal ideal bertentangan dengan kenyataan dan impian berbaur dengan hasrat. Di jantung novel ini terdapat sebuah kisah cinta antara Jamilah—istri terkasih Sultan—dan Halimah, seorang penghuni baru harem Sultan.

Inilah sebuah kronik yang kaya yang berlangsung pada abad kedua belas di Kairo, Damaskus, dan Yerusalem. Harapan-harapan yang dikhianati, tentara-tentara yang kecewa, dan persekutuan yang gagal menyusun latar belakang Kitab Salahudin.

makam salahuddinSalahuddin

Ket gambar: Makam Salahuddin di Damaskus, Syiria; gambar artistik sang sultan.

“Dikisahkan dengan baik. Disusun secara cemerlang. Penggambaran historisnya tentang sebuah hubungan takdir amat meyakinkan. Maka, buku ini adalah sebuah kisah untuk zaman kita, dibayang-bayangi oleh peristiwa-peristiwa masa lampau dan tokoh-tokoh yang ternyata lebih dekat dengan kenyataan kita daripada yang kita bayangkan.”

Edward Said

Bayang-Bayang Pohon Delima

bayangPenulis: Tariq Ali

Penerjemah: Julkifli Marbun

Penyunting: Retno Ayu Adiati & Syaira Rahmani

Cetakan I, Juli, 2006

Tariq Ali menangkap sisi kemanusiaan dan kecemerlangan Muslim Spanyol … Sebuah cerita yang memesona, dikupas dengan hati-hati dan bergairah. Bayang-bayang Pohon Delima bagaikan teka-teki sekaligus jujur, informatif, dan nikmat, sebuah sejarah nyata sekaligus fiksi.

Novel ini telah diterjemahkan dalam lusinan bahasa dan dianugerahi penghargaan Archbishop San Clemente del Instituto Rosalia de Casto Prize untuk kategori Fiksi Bahasa Asing Terbaik yang diterbitkan di Spanyol pada 1994.