Cecile bergairah menyambut musim panas kali ini karena Raymond, ayahnya, menyewa vila idaman mereka di pantai Cote d’Azur. Pesisir laut Mediterania cocok sekali bagi Cecile, gadis 17 tahun, yang memang doyan mancing (mancing cowok).
Ia juga tak keberatan dengan keberadaan Elsa, pacar baru ayahnya. Perempuan 29 tahun itu doyan pesta seperti mereka, bukan tipe yang akan menuntut cincin dari Raymond apalagi bercita-cita jadi ibu bagi Cecile. Singkatnya, Cecile sudah menyusun agenda musim panas ini, yaitu tiap hari molor sampai siang, berjemur, berenang, bermalas-malasan, dan wajib menggila di bar bersama ayah dan Elsa beberapa hari sekali.

larakusapaMulanya, semua berjalan sesuai rencana. Cecile dengan cepat menyesuaikan diri dengan irama hidup di surga itu, jauh dari Paris dan belajar, menikmati kebebasan mutlak. Ia pun sudah menjerat Cyril, cinta lokasinya, dan menghabiskan hari-harinya dengan berenang, berlayar, serta berciuman di tengah air laut yang asin. Malam-malam keluarga bahagia itu diisi dengan minum-minum di teras vila maupun di klub-klub, bergosip, menghitung bintang, mabuk, dan kegiatan lainnya yang tidak merangsang kinerja otak.

Namun, kedamaian mereka terancam saat Raymond menerima kedatangan Anne, wanita cerdas berusia 40 tahun. Anne bukanlah tipe cewek Raymond, tapi kenapa tiba-tiba Anne ingin menggaet Raymond si duda keren itu?
Tak pelak, liburan impian itu berubah jadi neraka bagi Cecile dan Elsa.
Paras Anne memang kalah dari Elsa yang muda dan bergaya itu, tapi kecerdasannya yang tiada tanding dan pesona alaminya membuat Raymond tergoda. Semua yang dilakukan Anne pun tampak didasari niat baik dan sifat bijak. Dan inilah yang membuat Raymond berpaling pada Anne.

Cecile langsung membayangkan jika ayahnya menikahi Anne: mereka akan kembali ke Paris, makan teratur, belajar teratur, pacaran diatur, bicara pun diatur. Ia tahu dibawah rezim Anne, ia pun akan berubah menjadi seperti Anne: intelek, elegan, perilaku tak tercela, tak pernah terbawa emosi. Singkatnya, membosankan.

Cecile tak rela gaya hidup yang seru dan tanpa beban bersama ayahnya menjadi garing seperti Anne. Dan rencana gemilang untuk membebaskan ayahnya (dan dirinya) dari jerat Anne pun tersusun. Cecile bersama Elsa dan Cyril, yang merasa dirugikan oleh Anne, bersekongkol untuk menjebak Raymond agar berselingkuh dengan Elsa agar Anne yang penuh harga diri itu membatalkan pernikahan.

TOKOH-TOKOH
Cecile
Sulit bagi pembaca untuk tidak jatuh cinta pada gadis jelita ini. Ia perpaduan yang menyentuh antara kepolosan mental remaja dalam memandang hidup dan kematangan fisik yang menggoda. Ia mengagumi Raymond, ayahnya, duda yang sering gonta-ganti pacar itu. Ia dan Raymond adalah partner in crime. Pembaca juga bisa menghayati perubahan Cecile yang beranjak dewasa dan mulai memandang dunia dari sudut yang lebih gelap.

Raymond
Bocah abadi dalam wujud pria setengah baya. Ia ganteng, banyak duit, baik hati, plin-plan, gampang diporotin, dan gampang dirayu. Caranya mendidik Cecile juga lucu; mengagungkan kebebasan. Ia memuja Cecile dan memanjakannya dengan cara yang sama ia memanjakan pacar-pacarnya. Raymond adalah ayah-sohib idaman untuk seorang gadis yang tinggal di Paris (menurut kacamata Cecile).

Anne
Anne itu benar dan salah. Apa yang Anne anggap benar pasti baik, dan apa yang Anne anggap salah pasti buruk. Ia terlalu kaku bagi Cecile yang spontan. Ia berselera tinggi, cerdas, sulit didapatkan, dan memendam cinta pada Raymond. Tapi sayang, Anne kelewat percaya diri, karena seolah-olah Raymond dan Cecile-lah yang butuh dia. Sehingga Anne tidak berusaha melebur atau setidaknya menyeimbangkan gaya hidup mereka.

Elsa
Elsa itu norak dan dangkal, tapi seru dan cantik. Elsa tahu cara bersenang-senang dan membuat pria senang. Pada akhirnya ia berhasil menjerat Raymond kembali dengan cara seolah-olah tidak menginginkannya (cara yang sama dilakukan Anne sebelumnya sehingga Elsa tersingkir).

MENGAPA BONJOUR TRISTESSE LAYAK BACA?
- Sagan, pengarangnya, pandai menghidupkan karakter. Yang menonjol tidak hanya Cecile sebagai tokoh utama, tapi Cyril dan Elsa pun dikemas dengan menarik.
- Sagan berhasil membuat pembaca bersimpati pada Cecile, tapi ia tidak serta merta asal-asalan dalam penjabarannya. Ini hal yang sulit, sebab simpati akan mudah timbul ketika seseorang mengidentifikasi dirinya dengan masalah atau pribadi sang tokoh.
- Sagan juga berhasil membuat pembaca sebal pada tokoh Anne, padahal Anne adalah wanita baik-baik!
- Menjadi buku best-seller di Prancis.
- Edisi bahasa Inggrisnya menjadi buku best-seller New York Times.

Review oleh Ken Nadya, penerjemah Lara Kusapa (Bonjour Tristesse).

DATA BUKU
Judul: Lara Kusapa (Bonjour Tristesse)
Pengarang: Francoise Sagan
Penerbit: Serambi
Cetakan 1, Februari 2009
164 halaman
Rp 24.900