libriJohn, seorang pengacara muda, mendadak mewarisi toko buku milik ayahnya, Libri di Luca. Ternyata bukan sekedar toko buku biasa. Ayahnya mendadak tewas ditemukan di toko buku tersebut.

Buku-buku yang ada di Libri di Luca bukanlah buku biasa. Beberapa buku bagaikan diisi kembali setiap kali dibaca, jadi pembacaan berikutnya dari buku itu terkenal lebih kuat—lebih efektif dalam mengkomunikasikan pesan dan emosi yang ada di dalamnya. Oleh karenanya, buku yang lebih tua dan semakin sering dibaca lebih kuat daripada buku baru yang belum pernah dibaca. Untuk menikmatinya, sang pembaca hanya cukup menaruh perhatian sedikit saja kepada tulisan di hadapannya.

Banyak yang mengincar Libri di Luca. Beberapa kali toko tersebut terkena serangan. Ada juga yang ingin mendigitalkan koleksinya.

Permasalahan pun di mulai dengan terkuaknya sebuah perkumpulan rahasia. Lector. Kumpulan pecinta buku yang terdiri dari pemancar dan penerima. Jangan baca apa pun di hadapan penerima dan hindari pembacaan yang dilakukan oleh seorang pemancar. Mereka bisa mempengaruhi seseorang hanya dengan sebuah buku.

Mesir; Bumi para Firaun, akar dari peradaban. Di sinilah seperempat cerita berlangsung dan berpusat di Bibliotheca Alexandria.

Bibliotheca Alexandria. Selain menjadi sebuah perpustakaan, ia juga menjadi surga bagi dunia pendidikan dan para pencari ilmu pengetahuan. Diperkirakan memiliki 75.000 buku, sampai serangkaian peperangan, perampokan dan api menghancurkan harta karun buku-buku itu. Penghancuran perpustakaan itu berlangsung selama beberapa ratus tahun lamanya, dimulai dengan Peperangan Alexandria pada tahun 48 SM, yang melibatkan Caesar. Lalu peperangan yang berhubungan dengan Cleopatra. Api menghancurkan bagian terbesar dari perpustakaan dan tidak terhitung banyaknya buku serta gulungan kertas yang hilang. Setelah Kekaisaran Romawi jatuh dan selama abad-abad berikutnya, perampokan telah mengosongkan isi perpustakaan.

Libri di Luca seperti perpaduan antara ramuan Da Vinci Code-nya Dawn Brown dan The Name of the Rose-nya Umberto Eco. Kisah tokohnya John dan Katherina bak Robert Langdon dan Sophie Neveu. Setting utamanya, Bibliotheca Alexandria, mengingatkan The Name of the Rose-nya Umberto Eco yang bercerita dari labirin-labirin perpustakaan gereja di pinggiran Italia tempat terbunuhnya para calon rahib menyeruak sejarah pertikaian Paus dengan ordo-ordo Katolik abad ke-13.

(oleh Luckty Giyan Sukarno)

Detail Buku
Judul: LIBRI DI LUCA
Tagline: Novel tentang Perkumpulan Rahasia Pencinta Buku
Penulis: Mikkel Birkegaard
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penerbit: Serambi
Cetakan: II, Desember 2009
Tebal: 588 hal