casanova_low3Buku ini berisi petualangan cinta sosok legendaris Eropa yang kisah hidupnya mengilhami banyak orang. Kisah hidupnya difilmkan oleh para sineas dunia, petualangan cintanya direduksi menjadi novel oleh banyak pengarang.

Casanova dikenal luas sebagai pecinta paling terkenal di dunia. Trik-trik rayuannya bahkan diterapkan banyak orang untuk menarik hati pujaan. Ia menaklukkan wanita dari segala kelas dan lapisan sosial. Ia menjalin hubungan dengan dua kakak beradik yang masih kerabat jauhnya, ia bercinta dengan wanita bangsawan, ia bahkan tergila-gila pada seorang biarawati Katolik. Ia merebut hati seorang janda hingga istri seseorang, dan tentunya tak terkecuali membuat gila perawan tingting.

Casanova, yang lahir 2 April 1725, hidup ketika Eropa sedang dilanda demam romantisme. Kaum romantik bermunculan dengan geliat pikiran tentang keindahan dan luhurnya kebajikan. Mereka mencintai hidup yang riang gembira, sukacita, dan kegairahan yang gilang gemilang. Mereka menolak kemapanan dan etika yang pada masa itu menjengahkan.

Romantisme sendiri adalah reaksi atas kehidupan Eropa abad 17 dan awal 18 yang tenang sekaligus mapan. Sementara kaum romantik menginginkan hidup yang bergairah, dunia masa silam yang eksotis, dan rimba raya yang liar tapi bersahaja.

Kepribadian kaum romantis inilah barangkali yang tercetak biru pada diri dan kisah hidup Casanova. Tampaknya ia mewakili kepribadian kaum romantis yang kebanyakan suka petualangan, penuh hasrat dan sentimentalis yang menggebu-gebu, serta sering tenggelam dalam gejolak hati yang tak tertahankan. Namun juga menikmati keagungan ilahiah dan terpana-pana pada keajaiban mistik Tuhan—ia menganggap dirinya selalu beruntung karena campur tangan tuhan atas hidupnya. Inilah mengapa ia dianggap sebagai sosok yang kontradiktif. Ia baik hati tapi curang, ia perasa tapi suka menipu.

Seperti kepribadian kaum romantik, Casanova cenderung berusaha mengucilkan diri dari ikatan sosial yang lebih luas dan memproklamasikan diri sebagai manusia bebas. Ia mengatakan dalam memoarnya, “Manusia itu bebas, tapi kebebasan itu tak akan dinikmatinya jika dia tidak percaya bahwa dirinya bebas.” (h.19). Kebebasan itulah yang tampaknya betul-betul disadarinya sebagai manusia.
Mengenai ide-ide filosofisnya yang lain tentang hidup, hubungan antara sains modern, etika, dan Tuhan terdapat di 20 halaman pertama buku ini.

Pola penulisan memoar ini gaknya mirip dengan pola penulisan biografi tokoh romantisme Eropa yang terkenal, Jean Jacques Rousseau (1712-1778), yaitu dalam karya biografinya yang monumental Confession. Bertrand Russel (penulis sejarah filsafat Eropa yang terkenal) tentang buku ini mengatakan bahwa Rousseau dalam bukunya “senang menampilkan dirinya sebagai pendosa besar, dan dilakukan secara berlebihan … Dia selalu menganggap dirinya memiliki hati yang hangat.” Sementara Casanova dalam buku ini juga menampilkan dirinya sebagai pendosa, bagaimana ia menipu kawannya, teman bisnis, dan memecundangi tuan yang memberinya hidup.

Rousseau, seperti Casanova (mungkin kecenderungan masa itu), juga banyak menjalin affair dengan banyak wanita dan memiliki sederet petualang cinta. Apakah Casanova dalam memoarnya meniru Rousseau? Setidak-tidaknya Casanova pernah bertemu Rousseau dan bersimpati pada ide-ide filsuf Eropa abad 18 itu.

Buku ini sepenuhnya berisi kisah petualangan cinta Casanova dalam menaklukkan hati banyak wanita di berbagai belahan Eropa, seperti Parma, Wina, Venesia, Marseille, dan kota-kota lainnya. Petualangan cintanya dengan biarawati adalah yang termasuk paling menarik. Buku ini layak dibaca, terutama bagi yang tengah dimabuk cinta.

(Dedy Arsya)
Resensi dimuat di Padang Ekspres, 25 Okt 2009

Detail Buku
Judul: PENGAKUAN CASANOVA
Pengarang: Giacomo Casanova
Penerbit: Serambi
Cetakan: 1, April 2009
304 halaman
Rp 44.900