libriSaat menghadiri prosesi pemakaman ayahnya, Luca Campelli, Jon melihat banyak orang yang tidak dikenalnya juga hadir mengikuti prosesi tersebut. Hasrat Luca Campelli untuk meninggal dikelilingi oleh buku-buku kesayangannya terwujud. Bahkan pidato perpisahannya pun dikutip dari berbagai buku.

Sepeninggal ibunya, hubungan Jon dengan ayahnya tidak harmonis. Jon benar-benar tidak mengira bahwa ia mendapat warisan sebuah toko buku antik, Libri di Luca, di Kopenhagen dengan penjaga toko yang mengidap dyslexia, Katherina. Serta harus berurusan dengan sebuah perkumpulan membaca yang tidak biasa!

“Jadi menurutmu apa yang membuat seseorang bagus dalam membacakan sesuatu keras-keras, Jon?” Tanya Iversen, asisten ayahnya saat Jon berkunjung ke Libri di Luca, beberapa saat setelah pemakaman ayahnya. Selanjutnya Iversen menceritakan sebuah rahasia keluarga yang selama ini dipendam ayahnya. Keluarga Jon adalah Lector, dan para anggota perkumpulan membaca yang sering berkumpul di toko buku ayahnya juga para Lector.

Lector adalah mereka yang melatih sebuah seni yang berhubungan dengan kemampuan membaca seseorang. Seseorang bisa tergerak dengan apa yang dibaca oleh orang lain, mampu mempengaruhi orang tanpa disadari oleh mereka, mempengaruhi pandangan mereka akan tulisan, tema, atau hal lainnya. Juga bisa mengubah pendapat seseorang tentang sebuah masalah. Belakangan, kelompok ini terbagi menjadi dua, pemancar dan penerima.

Pemancar adalah jenis yang bisa mempengaruhi mereka yang mendengarkan sebuah bacaan dan oleh karenanya mampu mempengaruhi persepsi pendengar dan sikap terhadap tulisan yang sedang dibaca.

Penerima adalah jenis yang lainnya dan Katherina adalah penerima! Peraturannya pun sangat gampang, jangan baca apa pun di hadapan seorang penerima dan menghindari pembacaan yang dilakukan oleh seorang pemancar.

Saat Libri di Luca mengalami serangan pembakaran, Jon mulai mempertimbangkan untuk mengaktifkan dirinya. Tanpa disadarinya, Jon juga memiliki kemampuan itu. Kemampuan tersebut sangat membantu profesinya sebagai pengacara, terutama saat membacakan argumentasi penutupnya di pengadilan. Argumentasi penutupnya selalu memukau. Presentasinya ditulis kata demi kata dan sangat jarang menyimpang.

Konflik dengan salah satu klien terbesar di firmanya membuat Jon diberhentikan, hal ini memicu kenginannya untuk mengaktifkan dirinya. Proses mengaktifkan diri Jon, disebut juga Seance, nyaris menghancurkan ruang bawah tanah Libri di Luca. Kemampuan yang berada di dalam dirinya ternyata melebihi apa yang diperkirakan orang-orang, bahkan melebihi kemampuan yang dimiliki ayahnya.

Belakangan, Jon, Katherina, dan Iversen menemukan adanya sebuah organisasi selain Perkumpulan Pencinta Buku yang sering bertemu di Libri di Luca. Organisasi tersebut dikenal dengan nama Organisasi Bayangan. Yaitu sebuah kelompok yang berjalan rahasia, di dalam bayangan. Organisasi ini berbeda dengan Perkumpulan Pencinta Buku, para anggotanya terus menggunakan kekuatan mereka untuk aksi kejahatan atau setidaknya untuk memuaskan keinginan mereka sendiri.

Sebagai salah satu toko buku antik tertua di kopenhagen, Libri di Luca menjadi incaran Organisasi Bayangan. Buku-buku yang terdapat di sana tidak hanya memiliki nilai sentimentil untuk seseorang penggemar buku. Buku-buku itu juga telah diisi energi.

Saat Jon berada di Mesir, ia mendapat informasi mengenai asal kekuatan keluarganya. Kisahnya dimulai dari perpustakaan yang ada di Alexandria, Bibliotheca Alexandrina. Selama lebih dari 700 tahun, perpustakaan tersebut juga menjadi surga bagi pendidikan dan ilmu pengetahuan. Namun beberapa kejadian seperti Peperangan Alexandria, yang melibatkan Caesar, peperangan sehubungan dengan Cleopatra, serta perampokan telah mengosongkan isi perpustakaan.

Demetrius adalah seorang filsuf, negarawan, penasihat, dan kepala pustakawan pertama yang menyadari dan melakukan penelitian kekuatan tersebut. Dengan cepat ia menyadari apa yang sedang ditelitinya dan ia merahasiakan pengetahuan tentang kekuatan tersebut, dan mulai mendirikan organisasi. Saat itu organisasinya berupa perkumpulan rahasia bagi mereka yang telah diaktifkan.

Dengan hancurnya perpustakaan, Alexandria juga kehilangan statusnya sebagai pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan. Karena organisasi tersebut harus berada di tempat kemajuan sedang berkembang, maka perkumpulan itu pun pecah dan anggotanya menyebar ke seluruh dunia, mendirikan perkumpulan setempat, beberapa pergi ke Italia, di sanalah cikal bakal kemampuan keluarga Jon berasal.

Thomas Armstrong dalam buku “7 Kinds of Smart: Menemukan dan Meningkatkan Kecerdasan Anda” mengemukan mengenai berbagai macam kecerdasan manusia. Salah satunya adalah kecerdasan linguistik/World Smart, yaitu kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif. Ciri-cirinya antara lain menikmati membaca buku, mengeja kata-kata dengan mudah, serta mempunyai kosakata yang luas. Jika mengacu pada hal ini, maka seseorang yang cenderung memiliki kecerdasan linguistik/World Smart, sangat berpotensi menjadi seorang Lector.

Bayangkan berapa banyak lector yang ada di dunia serta apa akibatnya jika mereka menyalahgunakan kekuatan tersebut. Maka kalimat yang berbunyi “Di tangan para Lector, sebuah buku bisa menjadi alat untuk membunuh manusia” sepertinya tidak berlebihan. Di sisi lain, sebuah buku cerita mengenai Pinokio dalam Bahasa Italia telah menyelamatkan nyawa Jon, Katherina, dan Muhammad.

Selanjutnya bagaimana karier Jon sebagai pengacara? Apa hubungan antara Jon dan klien terbesar firma hukumnya dengan Libri di Luca? Lalu bantuan seperti apa yang diberikan Muhammad, seorang imigran ahli teknologi informasi dalam upaya menyelamatkan Jon? Serta apa peranan UNESCO dalam kasus ini?

Sepertinya Anda harus mencari tahu sendiri dengan membaca buku ini.

(Truly Rudiono)

Data Buku
Judul: LIBRI DI LUCA
Tagline: Novel tentang Perkumpulan Rahasia Pencinta Buku
Penulis: Mikkel Birkegaard
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penerbit: Serambi
Cetakan: II, Desember 2009
Tebal: 588 hal