Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.
Kebijakan politik pemerintahan Demokrasi Terpimpin tidak mendasar pada kepentingan rakyat, politik mercusuar seperti GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) dan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang dilakukan untuk mengharumkan citra Indonesia di mata dunia berdampak kepada kenaikan inflansi dan menguras devisa negara, politik konfrontasi dengan Malaysia dan blok Barat ?Nefo (New Emerging Forces) dan Oldefo (Old Established Forces)? membatasi pergerakan Indonesia di forum internasional, hal ini menjadikan kondisi ekonomi rakyat semakin melarat.
Di saat Indonesia mengalami moneter, mencuatlah berbagai tuntutan rakyat dan kritikan atas kebijakan politik yang tidak mendasar kepada kepentingan rakyat, yang turut menyulut pemberontakan. Kekaburan sejarah Indonesia 1965 di mana terjadnya kudeta dan saat-saat sebelum hingga terjadinya G30S melatari novel The Year of Living Dangerously, latar sejarah Indonesia 1965 menjadikan novel yang pertama kali diterbitkan di tahun 1978 menarik untuk dibaca, terutama ikhwal sejarah Indonesia yang diungkap di dalam Novel yang pertama kali diterbitkan di tahun 1978 ini.
Judul The Year of Living Dangerously dirujuk dari pidato kenegaraan Soekarno yang berjudul Tahun “Vivere Pericoloso” terkenal dengan TAVIP ketika memperingati kemerdekaan 1964, Vivere Pericoloso dikutip dari idiom Italia yang berarti hidup penuh bahaya. The Year of Living Dangerously pernah dilarang beredar selama rezim Orde Baru, di tahun 1999 bersamaan dengan berakhirnya Rezim Orde Baru larangan itu dicabut.
Ceritanya berfokus pada petualangan seorang koresponden Australia bernama Guy Hamilton yang menggantikan tugas Potter. Namun Potter tidak memberikan kontak relasi kepada Hamilton, hal ini membuatnya kesulitan untuk melakukan tugasnya, sampai akhirnya Hamilton betemu dengan Billy Kwan seorang Photographer Cina-Australia yang kemudian memandunya selama meliput di Indonesia.
Melalui Kwan, Hamilton berkenalan dengan Jill Bryant sekretaris Kedutaan Inggris, diantara ikatan persahabatan mereka, Koch menceritakan secara kuat cinta diantara mereka. Melalui Kwan pula, Guy berhasil terpilih dari sekian jurnalis yang diperbolehkan melakukan interview dengan Ketua PKI, Aidit. Keberhasilannya ini membuat Hamilton menjadi terkenal, dan disadari oleh dirinya sendiri ia seperti diperalat dengan menjadi mediasi bagi PKI.
Semenjak terpilihnya Hamilton sebagai mediasi PKI, hari-hari Hamilton menjadi terancam, namun ambisi Hamilton yang ingin menuntaskan liputannya membuatnya harus bertahan di Indonesia, dengan dimpingi oleh Kumar yang ternyata merupakan anggota PKI, Hamilton melanjutkan perkerjaan tanpa kedua teman karibnya.
Kekuasaan dan Cinta adalah tema yang tak pernah hilang , di antara dua tema besar ini The Year of Living Dangerously becerita mengingatkan kita akan sejarah kelam bangsa Indonesia yang masih dipertanyakan kebenarannya.
Detail Buku
Judul: THE YEAR OF LIVING DANGEROUSLY
Penulis: Christopher J. Koch
Terbit : Oktober 2009
Halaman: 403 hal.
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Penghargaan:
- The Age Book of the Year Award
- National Book Council Award for Australian Literature
Sumber http://bukulogi.blogspot.com/2009/11/year-of-living-dangerously.html
Gita Cerita Utama adalah salah satu lini produk penerbit Serambi yang mempersembahkan buku-buku karya Penulis kelas dunia, seperti Dan Brown, Orhan Pamuk, Amin Maalouf, Tariq Ali, Toni Morisson, S.J. Rozan, dan masih banyak lagi.
Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.
Leave a reply