Kau tidak bisa berbicara sepatah kata pun, kau memelukku erat-erat dan tidak ingin ditinggalkan. Kau hanya bisa meneteskan air mata.

“Aku ini mata keranjang dan tidak punya tanggung jawab, juga tak bisa merayu dengan romantis, tapi mengapa kau masih ingin hidup denganku ?”
“Entahlah, barangkali aku berhutang padamu di kehidupan sebelumnya.”

Perkenalan Zhao Mei dengan Sun “Mark” Jiayu sungguh bukan perkenalan yang lazim. Sun Jiayu menyelamatkan dirinya saat tanpa sengaja berada ditengah-tengah perkelahian antar-geng. Saat itu, Mei hanya mendengar suaranya saja, baru belakangan ia mengenali wajah orang yang menolongnya. Ternyata juga wajah yang membuat sahabatnya Peng Weiwei patah hati. Wajah yang akan menghiasi hari-harinya kelak.

Kisah cinta mereka berdua dibumbui dengan perkelahian antar geng, mafia, rasa cemburu, dan amarah. Mereka berdua menjalani hubungan dengan mengalir, apa adanya. Satu sama lain saling mencintai dan menunjukkan cintanya dengan cara yang unik, yang jarang dilakukan oleh orang banyak. “Aku tidak pernah tahu seperti apa masa lalunya dan tidak pernah bisa menggenggam masa depannya.
Tetapi pada saat ini, aku tahu dengan jelas dan pasti bahwa aku mencintai lelaki ini. Tak perduli apa pun yang telah ia lakukan dulu” Ungkapan hati Mei untuk Sun Jiayu.

Sun Jiayu merupakan “lelaki pertama” bagi Mei. Mei memang selama ini dikenal sebagai seorang gadis lugu. Sementara Sun Jiayu terlanjur mendapat cap playboy. “Saat dia masuk, aku tidak bisa menahan tangis. Karena sakit, juga karena keperawanan yang kupertahankan selama dua puluh dua tahun terenggut olehnya” Walau belakangan baru menyadari bahwa ia merupakan lelaki pertama bagi Mei, Sun Jiayu tidak menunjukkan perasaan romatisnya hingga sempat membuat Mei marah dan melemparkan uang ke wajahnya.

Namun tetap saja, Mei adalah seorang wanita yang mencintai seorang pria. Saat Sun Jiayu berada dalam kesulitan, segala upaya dilakukan oleh Mei untuk membantunya. Wanita yang jatuh cinta mampu melakukan segalanya guna menyelamatkan sang kekasih. Mei melakukannya dengan segenap jiwa raganya, hingga tanpa sadar malah menyinggung harga diri Sun Jiayu. Niatnya menolong malah membuat lelaki yang paling dicintainya tidak memiliki muka untuk menemuinya lagi.

Sun Jiayu, dengan segala kekonyolan dan kebiasaan mengomelnya menjaga Mei melebihi jiwanya. Ia rela membuat dirinya ditangkap polisi agar Mei tidak terkena sasaran peluru dan mereka yang ingin membunuhnya. Ia mengirimi Mei uang untuk bersekolah musik sesuai keinginannya walau uang itu akhirnya dibakar Mei. Ia menjauhi Mei demi keselamatan diri Mei. Ia selalu menyimpan Alkitab kiriman Mei dengan foto Mei tersembunyi didalamnya.

Selain kisah pertarungan antar geng yang mendebarkan dan penuh dengan adegan berdarah, di buku ini juga terdapat humor-humor serta kejadian yang menyegarkan. Misalnya saat Sun Jiayu dia ditawari kaca spion yang belakangan adalah kaca spion mobilnya sendiri. Atau kejadian saat tempat duduk mobil diambil orang sehingga dengan kocaknya Sun Jiayu terpaksa mengambil kursi. Sepanjang jalan ia terpaksa mengemudi dengan kurang nyaman. Beberapa kali ia nyaris terbentur kaca depan.

Sekedar peringatan, menurut buku ini, berciuman secara berlebihan bisa menimbulkan bahaya lho. ^_^

(Resensi oleh Truly Rudiono)

Detail Buku
Judul: FIRST LOVE FOREVER LOVE
Anak Judul: Cinta Pertama Abadi Selamanya
Penulis: Shu Yi
Penerjemah: Pangesti Bernardus
Penerbit: Serambi
Tebal: 548 hlm
Cetakan: I, Februari 2010