Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.
“Lembaran manuskrip ini berisi sebuah buku yang kuwasiatkan agar diterbitkan sesudah kematianku. Ini karya terjemahanku yang kuupayakan sebisaku agar sesuai aslinya, berasal dari sekumpulan lembaran perkamen yang ditemukan sepuluh tahun lalu di puing-puing kota tua yang berlokasi di barat laut kota Aleppo di Suriah. Membutuhkan tujuh tahun untuk menerjemahkan manuskrip ini dari Bahasa Suryani ke Bahasa Arab. Namun kini, setelah terjemahan selesai, saya menyesal sudah bersusah payah melakukannya.”
Saya butuh dua hari untuk menuntaskan buku ini. Isinya benar-benar membuat saya terpesona. Saya harus memperlmbat kecepatan saya membaca agar bisa lebih memahami berbagai ungkapan makna yang tersirat serta memahami filsafat yang diuraikan.
Buku ini terwujud dari hasil negosiasi seorang pendeta Hypa dengan Azazil adalah raja iblis yang diusir Tuhan dari surga karena membangkang. Hypa setuju untuk menuliskan kisah hidupnya dalam waktu 40 hari dengan harapan sesudah ia selesai menulis maka Azazil mau membiarkannya hidup tenang.
Dalam proses tulis-menulis tersebut, banyak hal yang ingin ditulis Hypra ditentang oleh Azazil. Namun, ada juga saat Azazil merayu Hypa untuk menuliskan kisah menurut versi Azazil. termasuk menuliskan rahasia kelam hidupnya serta pikiran-pikiran terlarangnya yang sesat menurut gereja.
Hypa hidup pada masa pergolakan iman Kristen di abad kelima Masehi. Saat itu terjadi pertentangan antara berbagai aliran gereja menyangkut konsep-konsep sakral, termasuk soal Trinitas dan ketuhanan Yesus, yang kemudian berpuncak pada serangkaian tragedi kekerasan yang mengatasnamakan Tuhan.
Dikisahkan juga situasi serta kondisi kehidupan bermasyarakat pada saat itu, dimana semua yang bersinggungan dengan gereja akan dianggap musuh. Salah satu yang mengalaminya adalah Hypatia yang sering dijuluki Mahaguru Abad Ini. Ia mengalami peyiksaan dari pengikut gereja, tubuhnya dikuliti lalu dipotong empat!
Empat potong tubuh itu kemudian dilemparkan ke tempat yang sekarang menjadi lokasi pembuangan sampah. Meski tubunya sudah terbelah empat, Hypatia masih hidup. Dia siuman ketika api mulai membakarnya. Teriakan terakhirnya membahana sebelum dia diam untuk selamanya; seakan-akan langit kerajaan Tuhan menyerap habis erangan kesakitan yang keluar dari mulutnya yang pernah mengajarkan keagungan filsafat kepada manusia.
Sebagai bumbu, dikisahkan juga cinta terlarang antara Hypa dengan dua wanita jelita. Oktavia yang penyembah berhala dan Martha sang penyanyi gereja. Sepertinya perlu dituliskan ini novel untuk dewasa.
Biasanya, saya tidak pernah tergoda komentar orang mengenai buku. Tapi saat saya membaca kalimat berikut:
“Azazil adalah buku paling berbahaya bagi keimanan Kristen.”
Saya jadi tergoda untuk membacanya. Suatu keputusan yang tidak salah!
(Truly Rudiono)
Detail Buku
Judul: AZAZIL, Godaan Raja Iblis
Pengarang: Youssef Ziedan
Penerjemah: M. Aunul Abied Shah
Penyunting: M. Irfan
Tebal: 574 hal
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: Desember 2009
Gita Cerita Utama adalah salah satu lini produk penerbit Serambi yang mempersembahkan buku-buku karya Penulis kelas dunia, seperti Dan Brown, Orhan Pamuk, Amin Maalouf, Tariq Ali, Toni Morisson, S.J. Rozan, dan masih banyak lagi.
Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.
sinta
February 3rd, 2010 at 6:40 am
apa ini semacam buku Dan Brown?
redaksi_gcu
February 3rd, 2010 at 2:56 pm
@ Sinta: untuk mengetahui kemiripan Azazil dengan karya Dan Brown dan sekaligus keunikannya, silakan baca bukunya, yang sudah tersebar di toko-toko buku terkemuka
tania
February 10th, 2010 at 1:32 am
Saya heran kenapa ini bisa jadi laris di indonesia cuman karenan kata2 marketing yg bilang “bahaya bagi keimanan Kristen.”
Semua orang sudah tau tentang Pertemuan Nicea di 325 AD. Ssetalah polemic yg berjangka seratus tahun berahkhir dengan keputusan mengangkat Jesus sebagai Son of God. Semua doktrin2 agama Kristen di ajarkan sekarang awalnya dari Pertemuan Nicea. Seperti hari natal dan lain2nya. Seperti juga Qur’an yang baru di tulis lebih dari seratus tahun sesudah Muhammad meninggal.
Jadi premise dari buku ini sudah agak basi. dan kalau di bandingkan dengan Dan Brown, Da Vinci Code lebih menghina agama Kristen dari pada Azazil. karena kejadian di Azazil cuman ulangan dari Nicea dan Nicea bukan rekayasa. Da Vinci Code itu 100% rekayasa.
Dan untuk orang2 yg beli buku ini karena mereka mikir Azazil menghina2 agama Kristen, pertama mereka orang2 yg bodoh, dan kedua, saya sembahkan kutipan dari sang penulisnya sendiri: “As long as religions last, violence will persist.” – Youssef Ziedan
Terakhir, saya heran kalau buku yg dianggap “bahaya bagi keimanan Kristen” bisa di terbitkan di Indonesia dan di promosi besar2an, kenapa buku dari Salman Rushdie berjudul Satanic Verses (buku yang bahaya bagi keimanan Islam) malah di larang di Indonesia?
nampaknya sifat munafik adalah wajib dalam agama Islam.