<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Gita Cerita Utama</title>
	<atom:link href="http://cerita-utama.serambi.co.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita-utama.serambi.co.id</link>
	<description>Menghidangkan kisah-kisah pilihan, baik fiksi maupun nonfiksi, yang cerdas sekaligus melipur.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 03:10:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Diskon Khusus 40% Selama IBF</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/diskon-khusus-40-selama-ibf.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/diskon-khusus-40-selama-ibf.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 08:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[Mau dapet buku-buku keren berikut ini
dengan diskon khusus 40%?
Kunjungi stan Serambi di Arafah 205-208
di Islamic Book Fair 2010
Istora Gelora Bung Karno, Jakarta
5-14 Maret 2010
AZAZIL, The Arabic Da Vinci Code
Harga normal: Rp 69.000
Harga Diskon: Rp 41.500
MIDNIGHT&#8217;S CHILDREN
Harga normal: Rp 89.000
Harga Diskon: Rp 53.500
SAHARA
Harga normal: Rp 39.000
Harga Diskon: Rp 23.500
MARIA
Harga normal: Rp 30.000
Harga Diskon: Rp 18.000
BRIGHT ANGEL [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau dapet buku-buku keren berikut ini<br />
dengan <strong>diskon khusus 40%</strong>?</p>
<p>Kunjungi <strong>stan Serambi</strong> di <strong>Arafah 205-208</strong><br />
di Islamic Book Fair 2010<br />
Istora Gelora Bung Karno, Jakarta<br />
5-14 Maret 2010</p>
<p><strong>AZAZIL, The Arabic Da Vinci Code</strong><br />
Harga normal: Rp 69.000<br />
<strong>Harga Diskon</strong>: Rp 41.500</p>
<p><strong>MIDNIGHT&#8217;S CHILDREN</strong><br />
Harga normal: Rp 89.000<br />
<strong>Harga Diskon</strong>: Rp 53.500</p>
<p><strong>SAHARA</strong><br />
Harga normal: Rp 39.000<br />
<strong>Harga Diskon</strong>: Rp 23.500</p>
<p><strong>MARIA</strong><br />
Harga normal: Rp 30.000<br />
<strong>Harga Diskon</strong>: Rp 18.000</p>
<p><strong>BRIGHT ANGEL TIME</strong><br />
Harga normal: Rp 60.000<br />
<strong>Harga Diskon</strong>: Rp 36.000</p>
<p><strong>LARA KUSAPA</strong><br />
Harga normal: Rp 25.000<br />
<strong>Harga Diskon</strong>: Rp 15.000</p>
<p><strong>Tak hanya itu</strong>,<br />
dapatkan juga buku-buku terbaru dan buku-buku lainnya<br />
terbitan Serambi grup dengan <strong>diskon besar 20-70%</strong><br />
selama IBF 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/diskon-khusus-40-selama-ibf.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>THE LAST EMPEROR, Kisah Tragis Kaisar Terakhir China</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/the-last-emperor-kisah-tragis-kaisar-terakhir-china.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/the-last-emperor-kisah-tragis-kaisar-terakhir-china.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 08:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senarai]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1799</guid>
		<description><![CDATA[Detail Buku
Judul: THE LAST EMPEROR
Anak Judul: Kisah Tragis Kaisar Terakhir China
Penulis: Henry Pu Yi, Direvisi oleh Paul Kramer
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Februari 2010
Tebal: 468 hlm
Harga: Rp 64.000
AUTOBIOGRAFI HENRY PU YI YANG MENGILHAMI FILM PERAIH 9 PIALA OSCAR
Sepertinya tidak ada yang lebih berliku dan tragis dibandingkan dengan kisah ini. Menyimak kehidupan Pu Yi berarti juga menyelami periode [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1800" title="last-emperorlow" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2010/02/last-emperorlow-194x300.jpg" alt="last-emperorlow" width="194" height="300" />Detail Buku<br />
Judul: <strong>THE LAST EMPEROR<br />
</strong>Anak Judul: Kisah Tragis Kaisar Terakhir China<br />
Penulis: Henry Pu Yi, Direvisi oleh Paul Kramer<br />
Penerbit: Serambi<br />
Cetakan: I, Februari 2010<br />
Tebal: 468 hlm<br />
Harga: Rp 64.000</p>
<p>AUTOBIOGRAFI HENRY PU YI YANG MENGILHAMI FILM PERAIH 9 PIALA OSCAR</p>
<p>Sepertinya tidak ada yang lebih <strong>berliku dan tragis</strong> dibandingkan dengan kisah ini. Menyimak kehidupan Pu Yi berarti juga menyelami periode penting sebuah bangsa besar: masa peralihan China dari negara kerajaan ke republikï¿½yang sering disama-artikan dengan ï¿½perubahan dari tradisional menjadi modernï¿½. Bagi sebagian orang yang menganggap sistem politik modern lebih adil, peristiwa ini merupakan pilihan terbaik. Namun, bagaimana jika dilihat dari sudut pandang sang Kaisar?</p>
<p>Buku ini berdasarkan penuturan Pu Yi sendiri. Dia menceritakan <strong>perjalanan hidupnya yang luar biasa</strong>: penobatannya sebagai Kaisar pada usia dua tahun, hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya, korupsi yang menggerogoti kerajaan, menjadi ï¿½bonekaï¿½ penguasa Jepang, mendekam di penjara sebagai tawanan perang, dan menjadi tukang kebun di mana hanya sedikit orang yang mengenalnya sebagai ï¿½Putra Langitï¿½.</p>
<p>Dengan sangat terbuka dan sedemikian banyaknya informasi teperinci yang gamblang, Pu Yi menulis kisah ini di tempat penahanannya. <strong>Tak diragukan lagi</strong>, buku ini adalah catatan yang unik, memikat, dan penting tentang sejarah China yang paling kacau dan dramatisï¿½dan tentang seorang manusia yang menjadi saksi atas semuanya.</p>
<p>&#8220;Pu Yi mencerminkan China modern &#8230;&#8221;<br />
<strong>ï¿½</strong>The Washington Post</p>
<p>&#8220;Penting dan sangat memukau &#8230;&#8221;<br />
<strong>ï¿½</strong>The New York Times</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/the-last-emperor-kisah-tragis-kaisar-terakhir-china.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskon Besar 70% di Islamic Book Fair 2010</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/islamic-boook-fair-2010.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/islamic-boook-fair-2010.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 08:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1827</guid>
		<description><![CDATA[ISLAMIC BOOOK FAIR 2010
Catat dalam agenda kalian ya,
Islamic Book Fair Â digelar pada 5-14 Maret 2010 di Istora Senayan, Jakarta.
Kunjungi stan SERAMBI di Arafah 205-208.
Dapatkan DISKON BESAR 20%-70% untuk buku-buku terbitan Serambi grup.
Asyik, kan?
Makanya, Jangan lupa bawa karung, yaa!
Ingat, hanya di IBF 2010 Anda bisa borong hemat buku-buku terbitan Serambi.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1828" title="ibf-2010" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2010/02/ibf-2010.jpg" alt="ibf-2010" width="179" height="207" />ISLAMIC BOOOK FAIR 2010</p>
<p>Catat dalam agenda kalian ya,<br />
Islamic Book Fair Â digelar pada <strong>5-14 Maret 2010</strong> di <strong>Istora Senayan</strong>, Jakarta.</p>
<p>Kunjungi stan SERAMBI di Arafah 205-208.</p>
<p>Dapatkan <strong>DISKON BESAR 20%-70%</strong> untuk buku-buku terbitan Serambi grup.<br />
Asyik, kan?<br />
Makanya, Jangan lupa bawa karung, yaa!<br />
Ingat, hanya di IBF 2010 Anda bisa borong hemat buku-buku terbitan Serambi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/islamic-boook-fair-2010.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>First Love Forever Love</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/first-love-forever-love.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/first-love-forever-love.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 08:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senarai]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1820</guid>
		<description><![CDATA[Judul: FIRST LOVE FOREVER LOVE
Anak Judul: Cinta Pertama Abadi Selamanya
Penulis: Shu Yi
Penerjemah: Pangesti Bernardus
Penerbit: Serambi
Tebal: 548 hlm
Cetakan: I, Februari 2010
Harga: Rp 49.000
Terjual 80 juta eksemplar di China!

Pernah ada seseorang yang mencintaiku dengan segenap jiwanya
Jika saat itu aku punya keberanian, cinta kita pasti tak akan berakhir seperti ini. Jika saat itu kamu gigih, kisah kita pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1822" title="first-love-low" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2010/02/first-love-low-190x300.jpg" alt="first-love-low" width="190" height="300" />Judul: <strong>FIRST LOVE FOREVER LOVE</strong><br />
Anak Judul: Cinta Pertama Abadi Selamanya<br />
Penulis: Shu Yi<br />
Penerjemah: Pangesti Bernardus<br />
Penerbit: Serambi<br />
Tebal: 548 hlm<br />
Cetakan: I, Februari 2010<br />
Harga: Rp 49.000</p>
<p><strong>Terjual 80 juta eksemplar di China!<br />
</strong><br />
Pernah ada seseorang yang mencintaiku dengan segenap jiwanya</p>
<p>Jika saat itu aku punya keberanian, cinta kita pasti tak akan berakhir seperti ini. Jika saat itu kamu gigih, kisah kita pasti tak akan menjadi begini.</p>
<p>Cinta pertama telah menorehkan luka di hatiku. Menyisakan malam-malam penuh derai air mata, mengingatkanku selalu kepadamu, pada cinta kita.</p>
<p>Kita sering tak mengerti apakah yang dinamakan cinta. Dulu aku selalu berpikir cinta bisa melampaui segalanya. Saat itu aku tak tahu bahwa ternyata ada kekuatan lain yang disebut takdir. Kita tak bisa melakukan apa pun untuk mengubahnya dan hanya bisa menerimanya.</p>
<p>Novel indah yang berkisah tentang kenangan cinta pertama yang sangat romantis ini dipersembahkan kepada mereka yang meyakini kekuatan cinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/first-love-forever-love.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LITTLE WOMEN, Drama Keluarga Sepanjang Masa</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/little-women-drama-keluarga-sepanjang-masa.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/little-women-drama-keluarga-sepanjang-masa.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 03:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi Klasik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/little-women-drama-keluarga-sepanjang-masa.php</guid>
		<description><![CDATA[“.. lebih baik menjadi perawan tua yang bahagia daripada menjadi istri yang sengsara, atau gadis murahan, yang keranjingan mencari suami ..” (h. 212)
Sangat besar kemungkinan bahwa perkataan Nyonya March ini merupakan argumentasi dasar Louisa May Alcott atas pilihannya sendiri untuk tetap melajang, sebagaimana tertera dalam profil di pembukaan novel. Kendati gadis-gadis keluarga March telah beranjak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1113" title="little-woman_low" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2009/07/little-woman_low-190x300.jpg" alt="little-woman_low" width="190" height="300" />“.. lebih baik menjadi perawan tua yang bahagia daripada menjadi istri yang sengsara, atau gadis murahan, yang keranjingan mencari suami ..” (h. 212)</p>
<p>Sangat besar kemungkinan bahwa perkataan Nyonya March ini merupakan argumentasi dasar Louisa May Alcott atas pilihannya sendiri untuk tetap melajang, sebagaimana tertera dalam profil di pembukaan novel. Kendati gadis-gadis keluarga March telah beranjak dewasa dan mulai mengenal lawan jenis, tidak berarti mereka lepas kendali.</p>
<p>Membayangkan keindahan romansa merupakan hal yang wajar terkait kesukaan mereka membaca. Namun begitu mereka menutup buku, khususnya bagi Jo – yang tidak lain tidak bukan adalah representasi Alcott, kisah cinta yang berbunga-bunga kurang menarik seandainya mereka dipaksa menjadi orang lain. Alih-alih membiarkan putri-putrinya bergaul dengan pria tidak sopan meskipun berkelimpahan, Marmee lebih suka membiarkan mereka dalam ‘kotak perhiasannya’.</p>
<p>Membesarkan empat orang anak perempuan dengan karakter berlainan selagi suami membaktikan diri di medan perang sungguh tidak mudah. Hebatnya, Marmee tidak pernah mengeluh. Dengan semangat dan cinta kasih yang besar terhadap sesama, ia mengajak keempat putrinya memberikan sarapan mereka kepada tetangga yang kekurangan sebagai hadiah Natal. Wanita ini menggunakan siasat yang cerdik saat mereka berkeinginan menghabiskan liburan dengan bermalas-malasan. Langkah yang patut menjadi inspirasi dalam pola asuh sehat.</p>
<p>“Bekerja itu sehat, dan ada banyak pekerjaan untuk setiap orang; pekerjaan itu membuat kita terhindar dari kebosanan dan kesalahan, bagus untuk kesehatan dan semangat, juga memberi kita perasaan berdaya dan kemandirian yang lebih baik daripada uang atau baju.” (hal. 252)</p>
<p>Ini bukan kali perdana saya membaca karya klasik terjemahan, meskipun ini pertama kalinya saya mengonsumsi secara utuh Little Women [dalam arti bukan saduran]. Semangat yang ditiupkan Louisa May Alcott sama kokohnya dengan yang saya temukan dalam kisah senada mengenai kepala keluarga dalam novel berbobot Geraldine Brooks, Kapten March. Deskripsi kuat karakter Marmee yang mengakui sejujur-jujurnya kepada Jo bahwa ia pun seorang pemarah yang harus menempuh waktu lama, berkat bimbingan sang suami yang sabar, guna meredam temperamennya sungguh memesona. Sebagai orangtua, Marmee tidak menuding, menggurui, apalagi menguliahi berlebihan sambil menempatkan diri sebagai ‘manusia suci’. Tak pelak, selain Jo sang penulis yang tomboy, Marmee adalah personifikasi wanita tegar yang saya favoritkan.</p>
<p>Ketika meresapi cerita yang meluncur pada pergaulan anak-anak March, mata saya digenangi sungai mendapati Amy dihukum sangat keras oleh gurunya karena menyimpan asinan limau. Penghayatan terjemahan yang lebur membuat saya ikut merasa pedih oleh pukulan di tangan gadis cilik itu, menyeret deras pada memori masa kecil [saya juga pernah dipukul guru di depan kelas karena tidak membawa buku PR]. Beth, yang pemalu dan menciut apabila diajak bicara oleh orang asing, membuktikan keteguhan hatinya dengan menunaikan amanat sang ibu agar tetap memerhatikan keluarga Hummel. Kepiluan menikam saat bayi malang yang sakit campak meninggal di pelukan Beth hadir sempurna, mencengkeram urat-urat mata sehingga ingin membalik halaman lagi dan lagi.</p>
<p>Satu daya pikat lain, yang membuat novel ini kian berkilau, adalah permainan kreativitas putri-putri March saat berkemah dan bertemu teman-teman Laurie dari Inggris. Pergesekan budaya menjadikan suasana panas, namun mereka tetap beradu potensi dengan praktik cerita estafet secara lisan. Jadilah bukan sekadar permainan yang menghasilkan tantangan, melainkan betotan imajinasi yang sambar-menyambar dan mengayakan.</p>
<p>“.. Aturlah waktunya untuk bekerja dan bermain, buatlah agar setiap hari itu berguna dan menyenangkan, buktikan bahwa kalian mengerti nilai waktu dengan memanfaatkannya sebaik-baiknya. Dengan demikian masa muda kalian akan menyenangkan, di masa tua nanti tidak akan banyak penyesalan, dan kehidupan menjadi keberhasilan yang mengesankan, meskipun kita miskin.” [hal. 253]</p>
<p>Empat bintang untuk penulisnya, empat bintang untuk penerjemahnya. Karya yang sangat cemerlang sebagai referensi praktisi penerjemahan, terkhusus buku-buku fiksi klasik.</p>
<p>(Rini Nurul Badariah)</p>
<p>Detail Buku<br />
Judul: <strong>LITTLE WOMEN</strong><br />
Penulis: Louisa May Alcott<br />
Penerjemah: Rahmani Astuti<br />
Penerbit: Serambi<br />
Cetakan: II, November 2009<br />
Tebal: 489 halaman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/little-women-drama-keluarga-sepanjang-masa.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setangkai Mawar dan Misteri Hantu Opera</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/setangkai-mawar-dan-misteri-hantu-opera.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/setangkai-mawar-dan-misteri-hantu-opera.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senarai]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi Klasik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1810</guid>
		<description><![CDATA[
Detail Buku
Judul: THE PHANTOM OF THE OPERA
Penulis: ? Gaston Leroux
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Februari 2010
Tebal: 488 hlm
Harga: Rp 49.000
Christine dilanda kesedihan dan kesepian setelah bapak ibunya meninggal dunia. Namun ternyata, situasi itu membuka jalan baginya untuk menemukan bakatnya yang luar biasa setelah bergabung dengan paduan suara di Gedung Opera Paris. Dari sana cerita berawal.
Di gedung itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1811" title="the-phantom-low" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2010/02/the-phantom-low-189x300.jpg" alt="the-phantom-low" width="189" height="300" /></p>
<p>Detail Buku<br />
Judul: <strong>THE PHANTOM OF THE OPERA</strong><br />
Penulis: ? Gaston Leroux<br />
Penerbit: Serambi<br />
Cetakan: I, Februari 2010<br />
Tebal: 488 hlm<br />
Harga: Rp 49.000</p>
<p>Christine dilanda kesedihan dan kesepian setelah bapak ibunya meninggal dunia. Namun ternyata, situasi itu membuka jalan baginya untuk menemukan bakatnya yang luar biasa setelah bergabung dengan paduan suara di Gedung Opera Paris. Dari sana cerita berawal.</p>
<p>Di gedung itu, Christine mendengar suara yang bernyanyi dan berbicara dengannya. Dia memercayai suara itu berasal dari Malaikat Musik yang sepakat untuk mengajarinya musik surgawi.  <strong>Di luar dugaan</strong>, itu merupakan suara hantu opera yang telah bertahun-tahun memeras pengelola gedung itu.</p>
<p><strong>Apa yang terjadi</strong> jika si hantu jatuh cinta padanya, sementara keselamatan penghuni gedung opera menjadi taruhannya?</p>
<p>THE PHANTOM OF THE OPERA adalah karya klasik yang telah sering diadaptasi ke dalam banyak karya, di antaranya film, sejak pertama kali diterbitkan pada 1910 di Prancis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/setangkai-mawar-dan-misteri-hantu-opera.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talkshow LIBRI DI LUCA di Radio Sonora</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/talkshow-libri-di-luca-di-radio-sonora.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/talkshow-libri-di-luca-di-radio-sonora.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 08:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[
Apa yang menarik?
Ada Bincang buku LIBRI DI LUCA.
Kapan acaranya?
Valentine nanti, 14 Feb 2010
Di radio Sonora FM 92.0
mulai pkl. 11.00 WIB.
Ada apa lagi?
Siap-siap kebagian buku gratis, karena ada buku-buku Serambi yang akan dibagikan.
Detail Libri di Luca:
http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/libri-di-luca.php

Kami tunggu atensi Anda, para pembaca!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1449" title="libri" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2009/10/libri-201x300.jpg" alt="libri" width="201" height="300" /></p>
<p>Apa yang menarik?<br />
Ada Bincang buku <strong>LIBRI DI LUCA</strong>.</p>
<p>Kapan acaranya?<br />
Valentine nanti, <strong>14 Feb 2010</strong><br />
Di radio<strong> Sonora </strong>FM 92.0<br />
mulai pkl. <strong>11.00 WIB</strong>.</p>
<p>Ada apa lagi?<br />
Siap-siap kebagian <strong>buku gratis</strong>, karena ada buku-buku Serambi yang akan dibagikan.</p>
<p>Detail Libri di Luca:<br />
<a href="http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/libri-di-luca.php" target="_blank">http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/libri-di-luca.php<br />
</a><br />
Kami tunggu atensi Anda, para pembaca!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/talkshow-libri-di-luca-di-radio-sonora.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AZAZIL, Godaan Raja Iblis</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/azazil-godaan-raja-iblis.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/azazil-godaan-raja-iblis.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lembaran manuskrip ini berisi sebuah buku yang kuwasiatkan agar diterbitkan sesudah kematianku. Ini karya terjemahanku yang kuupayakan sebisaku agar sesuai aslinya, berasal dari sekumpulan lembaran perkamen yang ditemukan sepuluh tahun lalu di puing-puing kota tua yang berlokasi di barat laut kota Aleppo di Suriah. Membutuhkan tujuh tahun untuk menerjemahkan manuskrip ini dari Bahasa Suryani ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1723" title="azazil_low3" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2009/12/azazil_low3-194x300.jpg" alt="azazil_low3" width="194" height="300" />&#8220;Lembaran manuskrip ini berisi sebuah buku yang kuwasiatkan agar diterbitkan sesudah kematianku. Ini karya terjemahanku yang kuupayakan sebisaku agar sesuai aslinya, berasal dari sekumpulan lembaran perkamen yang ditemukan sepuluh tahun lalu di puing-puing kota tua yang berlokasi di barat laut kota Aleppo di Suriah. Membutuhkan tujuh tahun untuk menerjemahkan manuskrip ini dari Bahasa Suryani ke Bahasa Arab. Namun kini, setelah terjemahan selesai, saya menyesal sudah bersusah payah melakukannya.&#8221;</p>
<p>Saya butuh dua hari untuk menuntaskan buku ini. Isinya benar-benar membuat saya terpesona. Saya harus memperlmbat kecepatan saya membaca agar bisa lebih memahami berbagai ungkapan makna yang tersirat serta memahami filsafat yang diuraikan.</p>
<p>Buku ini terwujud dari hasil negosiasi seorang pendeta Hypa dengan Azazil adalah raja iblis yang diusir Tuhan dari surga karena membangkang. Hypa setuju untuk menuliskan kisah hidupnya dalam waktu 40 hari dengan harapan sesudah ia selesai menulis maka Azazil mau membiarkannya hidup tenang.</p>
<p>Dalam proses tulis-menulis tersebut, banyak hal yang ingin ditulis Hypra ditentang oleh Azazil. Namun, ada juga saat Azazil merayu Hypa untuk menuliskan kisah menurut versi Azazil. termasuk menuliskan rahasia kelam hidupnya serta pikiran-pikiran terlarangnya yang sesat menurut gereja.</p>
<p>Hypa hidup pada masa pergolakan iman Kristen di abad kelima Masehi. Saat itu terjadi pertentangan antara berbagai aliran gereja menyangkut konsep-konsep sakral, termasuk soal Trinitas dan ketuhanan Yesus, yang kemudian berpuncak pada serangkaian tragedi kekerasan yang mengatasnamakan Tuhan.</p>
<p>Dikisahkan juga situasi serta kondisi kehidupan bermasyarakat pada saat itu, dimana semua yang bersinggungan dengan gereja akan dianggap musuh. Salah satu yang mengalaminya adalah Hypatia yang sering dijuluki Mahaguru Abad Ini. Ia mengalami peyiksaan dari pengikut gereja, tubuhnya dikuliti lalu dipotong empat!</p>
<p>Empat potong tubuh itu kemudian dilemparkan ke tempat yang sekarang menjadi lokasi pembuangan sampah. Meski tubunya sudah terbelah empat, Hypatia masih hidup. Dia siuman ketika api mulai membakarnya. Teriakan terakhirnya membahana sebelum dia diam untuk selamanya; seakan-akan langit kerajaan Tuhan menyerap habis erangan kesakitan yang keluar dari mulutnya yang pernah mengajarkan keagungan filsafat kepada manusia.</p>
<p>Sebagai bumbu, dikisahkan juga cinta terlarang antara Hypa dengan dua wanita jelita. Oktavia yang penyembah berhala dan Martha sang penyanyi gereja. Sepertinya perlu dituliskan ini novel untuk dewasa. Walau tidak berkesan porno, namun banyak adegan syur yang terjadi.</p>
<p>Misalnya saat tiga hari tiga malam Hypa bersama Oktavia, ”Aku pun semakin merasa bahwa aku sekarang sedang tersasar di belantara tubuh Oktavia. Aku sekarang sedang tenggelam dalam arus sungainya yang menyeret deras… Dia mengepungku dari semua penjuru, sebagaimana samudra yang luas mengepung daratan dari segala arah.” Atau pada kalimat, ”Dan kemudian, terjadilah apa yang lazim terjadi antara sepasang lelaki dan perempuan ketika mereka mencampakkan tabir rasa malu.”</p>
<p>Biasanya, saya tidak pernah tergoda komentar orang mengenai buku. Tapi saat saya membaca kalimat-kalimat berikut:<br />
“Azazil adalah buku paling berbahaya bagi keimanan Kristen.”<br />
—Kardinal Besyaway, Sekretaris Umum Kepala Gereja Ortodoks Koptik Mesir<br />
“Sebuah novel yang mendobrak sakralitas.”<br />
—Jurnal Al-Qahirah, Mesir.<br />
“Azazil adalah karya sastra yang tiada tanding.”<br />
—Koran El-Ra`y, Yordania<br />
Saya jadi tergoda untuk membacanya. Suatu keputusan yang tidak salah!</p>
<p>Di buku ini juga ada sepenggal kalimat yang sangat saya suka, “Sesungguhnya tidur adalah anugrah Tuhan yang tiada terkira.&#8221; (hal 73). Sebagai orang yang selalu berusaha memanfaatkan waktu luang dengan tidur, jelas saya mendukung pernyataan ini.</p>
<p>(Truly Rudiono)</p>
<p>Detail Buku<br />
Judul: <strong>AZAZIL</strong>, Godaan Raja Iblis<br />
Pengarang: Youssef Ziedan<br />
Penerjemah: M. Aunul Abied Shah<br />
Penyunting: M. Irfan<br />
Tebal: 574 hal<br />
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta<br />
Cetakan: Desember 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/azazil-godaan-raja-iblis.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku di Tangan Seorang Lector Bisa Menjadi Alat Mematikan</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/buku-di-tangan-seorang-lector-bisa-menjadi-alat-mematikan.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/buku-di-tangan-seorang-lector-bisa-menjadi-alat-mematikan.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1795</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah kita akan pengalaman masa kecil ketika kita sedang dibacakan cerita oleh orang tua kita ? Tentunya sangat mengasikan karena biasanya kita akan terpukau oleh ceritanya sehingga kita seolah-olah berada dalam kisah yang sedang kita dengar itu.
Namun, pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa sebuah buku yang dibacakan akan memberi pengaruh yang lebih dahsyat lagi? Bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1449" title="libri" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2009/10/libri-201x300.jpg" alt="libri" width="201" height="300" />Masih ingatkah kita akan pengalaman masa kecil ketika kita sedang dibacakan cerita oleh orang tua kita ? Tentunya sangat mengasikan karena biasanya kita akan terpukau oleh ceritanya sehingga kita seolah-olah berada dalam kisah yang sedang kita dengar itu.</p>
<p>Namun, pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa sebuah buku yang dibacakan akan memberi pengaruh yang lebih dahsyat lagi? Bukan hanya sekedar memukau pendengarnya dan menjadikan apa yang ada dalam buku terasa begitu nyata melainkan dapat mempengaruhi jiwa, pikiran, dan persepsi mereka yang mendengarnya. Hal inilah yang terpikirkan oleh Mikkel Birkegaard penulis muda Denmark yang ia tuangkan dalam novel perdananya yang berjudul Libri di Luca.</p>
<p>Dalam karyanya ini Mikkel menceritakan mengenai para pembaca buku yang dapat mempengaruhi jiwa dan pikiran mereka yang mendengar apa yang sedang dibacanya. Para pembaca ini disebut dengan Lector, yaitu mereka yang melatih sebuah seni membaca keras-keras dari sebuah teks sehingga dapat memberi penekanan sesuai dengan keinginan si Lector. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi persepsi mereka yang mendengarkan isi dari sebuah teks yang dibacanya</p>
<p>Lector ini sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pemancar yang dapat mempengaruhi persepsi pendengar terhadap tulisan yang sedang dibacanya, dan kelompok penerima yang mampu mempengaruhi persepsi seseorang yang sedang membaca sebuah buku. Jika dua kelompok ini disatukan maka akan tercipta sebuah sinergi yang dahsyat yang dapat mempengaruhi dunia sesuai dengan apa yang diinginkan para Lector. Di tangan mereka, buku bisa menjadi sebuah senjata!</p>
<p>Novel ini diawali dengan kisah kematian Luca Campelli seorang Lector yang memiliki sebuah toko buku antik terkemuka di Kopenhagen Denmark yang diberinya nama “Libri di Luca”. Kematiannya sangat ironis karena Luca Campelli meninggal secara mendadak di toko buku kebanggaannya ketika ia sedang membaca buku antik yang sangat ia sayangi.</p>
<p>Luca hanya memiliki seorang anak yang bernama John, seorang pengacara handal. Namun walau John adalah anak tunggalnya hubungan antara Luca dengan anaknya tidaklah sedekat hubungan antara seorang ayah dan anak pada umumnya sehingga tak heran jika John tidak pernah benar-benar mengenal ayahnya.</p>
<p>Kematian Luca otomatis membuat toko buku Libri di Luca diwariskan pada John. Dengan bantuan Iversen selaku sekretaris pribadi Luca dan Katherine, pegawai kepercayaan Luca lambat laun John mulai mengenal aktifitas ayahnya beserta isi dari Libri di Luca yang menyimpan begitu banyak buku-buku berharga.</p>
<p>Melalui penuturan Iversen akhirnya terungkap bahwa Libri di Luca ternyata merupakan markas sebuah perkumpulan rahasia pecinta buku yang terdiri dari para Lector yang memiliki kekuatan mempengaruhi pendengarnya baik sebagai pemancar maupun penerima. Dan yang paling mengejutkan bagi John adalah ternyata tanpa disadarinya dirinyapun mewarisi kemampuan ayahnya sebagai seorang Lector.</p>
<p>Tidak berapa lama setelah kematian Luca, toko buku Libri di Luca mendapat serangan bom yang menghanguskan sebagian toko buku antik tertua di Kopenhagen itu. Hal ini membuat John Iversen dan Katherne menaruh curiga bahwa kematian Luca bukanlah kematian biasa melainkan ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan Libri di Luca beserta perkumpulan rahasianya.</p>
<p>Kematian Luca dan serangan terhadap Libri di Luca memang pada akhirnya menimbulkan kecurigaan diantara para anggota perkumpulan, antara Lector penerima dan pemancar saling mencurigai sehingga perkumpulan rahasia ini nyaris terpecah belah. Kecurigaan John dan kawan-kawannya akhirnya mengerucut pada kemungkinan adanya Organisasi Bayangan diluar perkumpulan rahasia Libri di Luca yang bertujuan untuk memecah belah Perkumpulan dan mempengaruhi para Lector untuk dapat menguasai dunia lewat kekuatannya.</p>
<p>Pencarian siapa dalang dari kekisruhan ini tak mudah. John dan kawan-kawan harus berpacu dengan waktu, taruhannya adalah nyawa mereka sendiri dan nyawa para Lector yang satu persatu tewas dengan berbagai cara. Pencarian ini ternyata membawa John, Iversen, dan Katherene melintas benua menuju Mesir, dimana pernah berdiri dan kini sedang dibangun kembali sebuah Perpustakaan terbesar di dunia di Alexandria – Mesir (Bibliotheca Alexandrina). Ternyata di tempat ini pulalah cikal bakal terbentuknya perkumpulan rahasia para lector.</p>
<p>Bagi para pecinta buku, novel ini akan menjadi sangat menarik karena mengupas tentang buku dan pembacanya. Buku di tangan seorang lector bisa menjadi sebuah alat yang mempengaruhi dunia. Selain itu Mikkel juga dengan menarik memadukan sebuah fakta sejarah mengenai Bibliothica Alexandrina, perpustakaan paling besar sedunia yang pernah ada di muka bumi ini dengan kisah thriller fantasi yang menghibur.</p>
<p>Plot cerita yang disuguhkan penulisnya dibangun secara perlahan dan mencapai klimaksnya di bagian akhir. Berbagai fakta dibeberkan secara rinci sehingga pembaca bisa memahami logika dari sebuah kisah yang dibangun. Seperti kitah-kisah misteri lainnya, pembaca akan dibuat terkecoh menduga siapa yang menjadi dalang dari misteri kematian Luca Campelli. Jadi bersiap-siaplah untuk terkaget-kaget di bagian akhir novel ini.</p>
<p>Yang agak disayangkan dalam novel ini adalah kurangnya penulis mengeksploitasi kisah ketika berada di Bibliothica Alexandrina. Setting di Alexandria ini baru muncul di bagian-bagian akhir, andai saja setting di perpustakaan ini lebih diekplorasi lebih banyak lagi tentunya novel ini akan lebih menarik dan membuat wawasan pembaca mengenai Bibliothica Alexandrina semakin bertambah.</p>
<p>Saya juga agak menyayangkan deskripsi yang berlebihan mengenai kekuatan seorang Lector yang dengan kekuatan yang dimilikinya bisa menimbulkan fenomena lecutan-lecutan api, asap, cahaya, dll. Andai saja fenomena fisik seperti itu dihilangkan dan diganti dengan deskripsi mengenai bagaimana keadaan jiwa dan pikiran seseorang yang telah dipengaruhi oleh seorang Lector tentunya kesannya akan lebih dramatis dan dalam dibandingkan dengan menonjolkan fenomena fisiknya.</p>
<p>Terlepas dari hal di atas, bagaimanapun novel ini sangat menghibur. Gambaran toko buku antik Libri di Luca dan perpustakaan terbesar di dunia yang pernah ada di Bibliotheca Alexandrina, serta kemampuan seorang lector yang mempengaruhi pendengarnya pasti akan menarik minat para bibliophile dan para pembaca umumnya untuk melahap habis novel ini.</p>
<p>Selain itu, novel ini berhasil menempatkan posisi pembaca buku di tempat terhormat sebagai tokoh sentral dan merupakan ruh dari keseluruhan novel ini, berbeda dengan novel-novel lain yang kadang menempatkan tokoh seorang pembaca buku hanya sebagai pelengkap cerita dengan sosok seorang berkacamata tebal yang terasing dalam dunianya sendiri.</p>
<p>Dari semua hal diatas, tak heran jika novel ini mencuri perhatian para pembaca buku fiksi dan menuai sukses. Hal ini terbukti ketika cetakan pertamanya sebanyak 10.000 ekslempar ludes hanya dalam waktu tiga hari saja. Novel ini juga telah diterjemahkan ke dalam tujuh belas bahasa dan menjadi International Best Seller. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi penulisnya karena ini adalah novel perdananya.</p>
<p>@htanzil</p>
<p>http://bukuygkubaca.blogspot.com</p>
<p>Detail Buku<br />
Judul: <strong>LIBRI DI LUCA </strong><br />
Penulis: Mikkel Birkegaard<br />
Penerjemah: Fahmi Yamani<br />
Penyunting: Moh. Sidik Nugraha<br />
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta<br />
Cetakan: II, Des 2009<br />
Tebal: 588 hlm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/buku-di-tangan-seorang-lector-bisa-menjadi-alat-mematikan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-anak Tengah Malam: Sebuah Sejarah Keluarga</title>
		<link>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/anak-anak-tengah-malam-sebuah-sejarah-keluarga.php</link>
		<comments>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/anak-anak-tengah-malam-sebuah-sejarah-keluarga.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi_gcu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita-utama.serambi.co.id/?p=1793</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 1989, Imam Khomeini memfatwa mati Salman Rushdie. The Satanic Verses, novel penulis Mumbay itu, yang terbit setahun sebelumnya, membikin heboh dunia Islam. Novel itu dianggap melecehkan iman umat Muslim, mengolok-olok Tuhan dan rasulullah. Salman Rushdie kemudian ‘diburu’. Novel itu bahkan membunuh salah seorang penerjemahnya, seorang berkebangsaan Jepang, beberapa waktu setelah fatwa itu dikeluarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1279" title="midnight" src="http://cerita-utama.serambi.co.id/wp-content/uploads/2009/09/midnight-194x300.jpg" alt="midnight" width="194" height="300" />Pada tahun 1989, Imam Khomeini memfatwa mati Salman Rushdie. The Satanic Verses, novel penulis Mumbay itu, yang terbit setahun sebelumnya, membikin heboh dunia Islam. Novel itu dianggap melecehkan iman umat Muslim, mengolok-olok Tuhan dan rasulullah. Salman Rushdie kemudian ‘diburu’. Novel itu bahkan membunuh salah seorang penerjemahnya, seorang berkebangsaan Jepang, beberapa waktu setelah fatwa itu dikeluarkan Khomeini.</p>
<p>Huh, tetapi tenang saja, novel ini berbeda dengan The Satanic Verses. Novel ini tak akan membikin iman saudara terancam. Hampir-hampir tak ada hujatan terhadap agama mana pun. Dan hampir-hampir tak ada olok-olok terhadap tuhan siapa pun.</p>
<p><strong>Midnight’s Children</strong> sesungguhnya memiliki kisah yang sederhana, kisah seorang penulis Mumbay bernama Saleem Sinai yang menghabiskan hari-harinya ‘bekerja’ menulis (mungkin) novel di apartemennya. Dia ditemani pembaca dan komentator pertamanya, seorang ‘juru masak’, seorang ‘pengasuh’nya bernama Padma. Lewat Salem Sinai, kisah-kisah dalam novel ini dituturkan, digelindingkan, dari suatu masa ke masa berikutnya, dari satu peristiwa ke perisitwa lain. Berbagai topik disinggung dan berbagai mitos didedahkan.</p>
<p>Mula-mula, kisah dalam novel ini melesat ke tahun 1912, ke kisah Aazam Aziz, seorang dokter barat modern pertama di lembah subur Khasmir. Dokter Aziz menjalani kisah unik menemukan cintanya pada seorang perempuan hampir fanatik yang selalu sakit-sakitan bernama Naseem Ghani, anak seorang tuan tanah Khasmiri. Dokter Aziz, diminta untuk mengobati Naseem, tetapi perempuan itu tak boleh dipandangi atau disentuh. ‘Seprei bolong’ lalu dijadikan strategi, tabir yang membatasi antara pasien dengan sang dokter. Di bagian mana dari tubuh si pasien yang sakit, ke arah bagian itulah bolongan seprei ditujukan. Hingga dokter dan pasiennya saling jatuh cinta. Mereka lalu menikah dan pindah ke kota suci Amritsar. Di titik inilah sejarah baru sebuah keluarga dimulai.</p>
<p>Pasangan itu, seiring perjalanan waktu, melahirkan bebarapa orang anak. Salah seorang dari mereka, Amina Sinai, setelah menjadi gadis besar, menikah dengan seorang pedagang kulit yang tinggal di Bombay, Ahmed Sinai. Dari pasangan inilah Saleem Sinai (si pusat cerita), lahir. Tetapi tunggu, Saleem Sinai sebenarnya bukan anak kandung dari pasangan itu. Mary Pereira, pembantu keluarga itu, melakukan dosa abadinya dengan menukar nama pada keranda bayi di rumah sakit.</p>
<p>Saleem Sinai, Anak Tengah Malam, lahir tepat tengah malam di hari India memproklamirkan kemerdekaan. Dia mendapat ucapan selamat dari Nehru, Bapak Bangsa India. Dan seperti semua anak India yang lahir tengah malam di hari kemerdekaan itu, Saleem dianugrahi keajaiban: khusus untuk Saleem, ia bisa membaca pikiran manusia, menelurusi lorong-lorong tersembunyi yang tersimpan di otak manusia; ia memiliki kemampuan telepati lewat hidungnya yang penuh ingus, seperti Samson yang kuat karena bulu di kepalanya. Dan di kemudian hari, ketika hidung beringusnya telah disembuhkan, kemampuan itu pun lenyap, tetapi digantikan oleh kemampuan mengendus tiada tara.</p>
<p>Pada diri Saleem Sinai inilah cerita dalam novel ini memusar dan membentuk jejaring. Sejak kelahiran Saleem Sinan, kisah-kisah ‘ajaib’ meletus bagai kembang api menyertai perjalanan usianya. Bagaimana dia memaknai dirinya sebagai anak tengah malam, terlibat kisah cinta-anak-anak dengan Evie Burns seorang anak Amerika, belajar bersepeda dan menabrak kerumunan ‘demontrasi bahasa’, dan di usia mendekati sebelas tahun, rahasia bahwa dia bukan darah dan daging dari Amina Sinai terbongkar. Tetapi cinta tampaknya tak bisa memisahkan keluarga itu. Lalu di usia remaja Saleem, keluarga itu mengungsi ke Pakistan meninggalkan ayah angkatnya yang semakin dikuasai jin-jin alkoholik. Salem terlibat merencanakan kudeta militer di Pakistan, dan kembali ke India ketika ayah angkatnya hampir meninggal karena jantung yang membeku. Dan ketika usianya mendekati 16 tahun, Saleem dan keluarganya benar-benar memutuskan ‘menyeberang’ ke Pakistan untuk selama-lamanya, hidup di tengah orang-orang muslim yang sepenuhnya ‘murni’, ‘fanatik’, berbeda dengan masyarakat muslim kota asalnya (Mumbay, sebelum itu Bombay) yang ‘tak begitu patuh’.</p>
<p>Peristiwa-peristiwa<strong> berjumpalitan</strong> dalam novel ini, melambung jauh ke awal abad ke 20, lalu ke tahun 1947 tahun kemerdekaan India, lalu ke tahun 1956 ketika Saleem Sinai berusia sepuluh tahun, lalu ke tahun 1961 ketika China dan India terlibat perang di perbatasan dan demam optimisme melanda hampir seluruh India, lalu tiba ke kehidupan Saleem Sinai masa ‘sekarang’ saat umurnya 30 tahun, saat dia menulis kisah keluarganya, ketika dia sulit membedakan dunia fiktif dan nyata, penyakit ‘burung yang tak bisa berdiri’, kehidupan keluarganya yang berantakan akibat kesuntukannya pada tulisannya….</p>
<p>Peristiwa yang dialami tokoh-tokoh dalam novel ini bergerak di antara peristiwa-peristiwa besar dan bersejarah; novel ini seperti betul-betul diikatkan kepada benang sejarah bangsa-bangsa: India yang tercerai oleh berbagai praktisi dan kekacauan politik tak berkesudahan, lahirnya Pakistan, Banglades, perang India-Pakistan. Dan Saleem Sinai seperti refleksi dari perjalanan hidup bangsanya: Allah orang muslim yang bersengketa dengan dewa Hindu; mitos-mitos India kuno; Anglo-Saxon merebut tanah Hindustan dari sultan-sultan Mughal yang tambun; kelahiran India dan kemerdekaannya dari Inggris; konsep Dua Negara atau ‘Negara yang Murni’ yang dicetuskan Muhamad Ali Jinnah yang kemudian melahirkan Pakistan; migrasi besar-besaran muslim India ke negara baru penyair besar Islam Muhamad Iqbal; kematian Gandi; lalu tentang danau hijau di lembah Kasmir yang indah, lalu Mumbay, lalu kota suci Amritsar, lalu Gujarat, kota-kota yang luluh-lantak oleh perang agama yang panjang. Dalam lingkaran peristiwa sejarah seperti inilah peristiwa-peristiwa dalam novel ini bergerak dan tokoh-tokohnya berada, memaknai dirinya baik sebagai Islam, Hindu, Kristen, atau seseorang (seperti Dokter Aziz) yang trauma dengan tuhan agama-agama sehingga memproklamirkan diri atheis.</p>
<p>Membaca novel ini, kita seakan diajak ‘menyusun’ fragmen demi fragmen hidup seseorang, seseorang lagi, dan lagi. Begitu banyak tokoh yang hadir, kadang muncul seperti sembraut benang kusut tak terselesaikan. Fragmen-fragmen itu kadang seperti minta kita susun untuk mendapatkan suatu gambaran dan makna hidup yang utuh-lengkap—atau bisa jadi tidak, cukup kita ikuti saja alir novel ini ke mana membawa.</p>
<p>Sebagai penutup, novel ini, huh, tentang sebuah sejarah keluarga; kelahiran, kematian, maju, dan mundur orang per orang dalam sebuah keluarga besar di tengah perubahan-perubahan besar yang terjadi di sekitar mereka.</p>
<p>Selamat membaca!<br />
(Deddy Arsya)</p>
<p>Detail Buku<br />
Judul: <strong>MIDNIGHT&#8217;S CHILDREN </strong><br />
Penulis: Salman Rushdie<br />
Penerjemah: Yuliana Liputo<br />
Penerbit: PT Serambi Ilmu Semesta<br />
Cetakan: II, Desember 2009<br />
Tebal: 692 halaman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita-utama.serambi.co.id/gcu.php/anak-anak-tengah-malam-sebuah-sejarah-keluarga.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
